
Wayang Senggol
| Posted: Oct 01, 2009 Category: Wayang |

Sampai tahun tiga puluhan terdapat dibeberapa tempat, seperti di Pasar Ikan, pimpinan Durahman: Karang Anyar pimpinan Seng Lun: di Krukut pimpinan Pak Utan dan di Pasar Baru pimpinan Abdurahman. Perbedaan antara lenong Dines dengan Wayang Senggol, terutama terletak pada cerita yang dibawakan dan cara memperagakan perkelahian di pentas. Lakon-Iakon yang biasa dibawakan oleh Wayang Senggol terutama diambi! dari cerita-cerita Panji, seperti ; "Candrakirana", "Jaka Sembung" dan lain-lain sebagainya. Perkelahian dalam Wayang Senggol lebih distrilir, dengan gerak-gerak tari yang luwes. Misalnya menurut cerita digunakan sebuah gada, maka dalam peragaannya cukup dilakukan dengan selendang saja. Karena banyak perkelahian hanya dilakukan dalam bentuk senggolan-senggolan saja, maka lenong bentuk ini dinamai Wayang Senggol. Perlengkapan panggungnya sama dengan Lenong Dines, dengan "Seben", yaitu kain penutup sebelah samping agar penonton tidak dapat melihat ke belakang panggung, layar-Iayar yang menurut istilah setempat disebut "kere", bermacam-macam yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan jalan cerita.
referensi :DINAS KEBUDAYAAN DAN PERMUSEUMAN PROPINSI DKI JAKARTA, Ikhtisar Kesenian Betawi, 2003
sumber :DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN






