
Wayang Dermuluk
| Posted: Oct 01, 2009 Category: Wayang |
Dewasa ini anggotanya yang masih tersisa hanya beberapa orang saja. Itupun sulit diminta informasi, karena usianya yang lanjut, pendengarannya sudah kurang sekali, ingatannya juga sudah kabur. Jenis pertunjukan ini semacam komedi bangsawan, dengan unsur-unsur nyanyian, tarian dan cerita, atau lakon. Musik pengiringnya adalah orkes harmonium, terdiri dari sebuah harmonium Uenis musik klaviatur), sebuah gitar sampyan atau samyan (alat musik petik berdawai delapan) sebuah atau dua buah biola, sebuah gendang dan sebuah tambur. Lakon-Iakon yang dibawakan dalam pertunjukan Dermuluk diambil dari cerita-cerita Sahibul Hikayat, seperti "Akhmad Muhammad", "Indra Bangsawan" dan sebagainya. Pada tahun tiga puluhan rombongan Dermuluk yang terkenal terdapat di Jembatan Lima, dipimpin oleh Abdul Manaf. Salah seorang anggotanya masih hidup sampai sekarang adalah muhammad Jalin, yang sejak umur 8 tahun pada tahun 1916 sudah mulai berkecimpung dalam teater ini. Sebagai seniman lanjut usia, Mohammad Zalim telah mendapat penghargaan dari Gubernur KDKI Jakarta pada tahun 1977. Ada beberapa
referensi :DINAS KEBUDAYAAN DAN PERMUSEUMAN PROPINSI DKI JAKARTA, Ikhtisar Kesenian Betawi, 2003
sumber :DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN






