Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2953

    Nadia:

    Yth. Admin Balai Warga, Sehubungan dengan pertanyaan Ibu Anna, mohon info terkait dengan statistik ...

    anna:

    selamat sore pak... adakah peraturan mengenai perlindungan anak di jakarta?.. jika iya.. bisakah pe...

    Nala Jati:

    Hai jakarta.go.id, untuk wilayah RW 3, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selat...

    Handi:

    Mohon agar dokumen Pedoman Lembaga Musyawarah Kelurahan disediakan dalam format yang lebih baik. Saa...

    Lie:

    Pertanyaan lain Pak : 1. Apakah semua warga DKI berhak mendapatkan BPJS tanpa kecuali ? 2. Dimana ...

  

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi (2)

Posted: Feb 01, 2009 Category: Berita Resmi Statistik
 

Dua kelompok mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok  transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,91 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,97 persen. Empat kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,50 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,59 persen; kelompok sandang sebesar 0,57 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen. Sedangkan satu kelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi cukup besar antara lain: bahan bakar rumahtangga sebesar 0,3302 persen; bensin sebesar 0,3037 persen; angkutan dalam kota sebesar 0,0435 persen; cabe merah sebesar 0,0175 persen; bawang merah sebesar 0,0162 persen; kacang panjang sebesar 0,0159 persen; telur ayam ras sebesar 0,0138 persen; melon sebesar 0,0077 persen; daging sapi sebesar 0,0061 persen; salak sebesar 0,0048 persen; sawi hijau sebesar 0,0034 persen; dan sawi putih sebesar 0,0030 persen. Dari 66 kota yang diteliti, 34 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Manokwari sebesar 3,84 persen dan kota yang mengalami inflasi yang terrendah adalah kota Batam sebesar 0,01 persen. Kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah kota Manado sebesar 1,35 persen dan kota yang mengalami deflasi terrendah adalah kota Madiun sebesar 0,01 persen. Kota Jakarta menempati urutan ke 14 tertinggi dari seluruh kota yang mengalami deflasi.

  Pada bulan Januari 2009 ini harga-harga di DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Dua kelompok mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok  transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,91 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,97 persen. Empat kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,50 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,59 persen; kelompok sandang sebesar 0,57 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen. Sedangkan satu kelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga.   Beberapa komoditi yang memberikan sumbangan deflasi cukup besar antara lain: bahan bakar rumahtangga sebesar 0,3302 persen; bensin sebesar 0,3037 persen; angkutan dalam kota sebesar 0,0435 persen; cabe merah sebesar 0,0175 persen; bawang merah sebesar 0,0162 persen; kacang panjang sebesar 0,0159 persen; telur ayam ras sebesar 0,0138 persen; melon sebesar 0,0077 persen; daging sapi sebesar 0,0061 persen; salak sebesar 0,0048 persen; sawi hijau sebesar 0,0034 persen; sawi putih sebesar 0,0030 persen; serta solar, buncis dan sabun deterjen bubuk masing-masing sebesar 0,0029 persen. Deflasi yang terjadi bulan Januari ini terutama diakibatkan oleh turunnya harga-harga pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan, terutama sub kelompok transpor serta kelompok perumahan khususnya bahan bakar rumahtangga (tabel 3).  

  Gambar 1

Perkembangan Inflasi DKI Jakarta, Januari 2008 – Januari 2009

 

Tabel  1

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi DKI Jakarta, Januari 2009

 

  Tabel  2

Laju Inflasi DKI Jakarta, Januari 2009, Tahun 2009  dan Tahun ke Tahun

menurut Kelompok Pengeluaran 

 

Gambar 2

Laju Inflasi DKI Jakarta Tahun 2009 menurut Kelompok Pengeluaran 

 

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

    Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2009 sebesar 121,33 dan bulan sebelumnya sebesar 120,73 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,50 persen. Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, enam sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,20 persen; sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,49 persen; sub kelompok ikan segar sebesar 1,39 persen; sub kelompok sayur-sayuran sebesar 4,55 persen; sub kelompok buah-buahan sebesar 1,01 persen; dan sub kelompok lemak dan minyak sebesar 0,02 persen. Sedangkan empat sub kelompok lainnya mengalami penurunan indeks, yaitu; sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0,38 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 0,63 persen; sub kelompok kacang-kacangan sebesar 0,01 persen; dan sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 2,51 persen. Sub kelompok bahan makanan lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,07 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: tomat sayur sebesar 0,0418 persen; nangka muda sebesar 0,0117 persen; bayam sebesar 0,0108 persen; kangkung sebesar 0,0105 persen; kembung/gembung sebesar 0,0083 persen; daging ayam ras sebesar 0,0077 persen; jagung manis sebesar 0,0070 persen; bawal sebesar 0,0063 persen; beras dan cabe rawit masing-masing sebesar 0,0062 persen; tongkol sebesar 0,0060 persen; rampela hati ayam sebesar 0,0057 persen; anggur sebesar 0,0050 persen;  dan pisang sebesar 0,0035 persen. Sedangkan komoditi yang memberikan sumbangan deflasi antara lain: cabe merah sebesar 0,0175 persen; bawang merah sebesar 0,0162 persen; kacang panjang sebesar 0,0159 persen; telur ayam ras sebesar 0,0138 persen; melon sebesar 0,0077 persen; dan daging sapi sebesar 0,0061 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

    Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Januari 2009 adalah sebesar 116,58 dan bulan sebelumnya sebesar 114,76 sehingga mengalami peningkatan indeks sebesar 1,59 persen. Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu: sub kelompok makanan jadi sebesar 2,12 persen; serta sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,94 persen. Sedangkan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,24 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: nasi sebesar 0,2183 persen; minuman ringan sebesar 0,0176 persen; minuman kesegaran sebesar 0,0019 persen; gula pasir dan makanan ringan/snack masing-masing sebesar 0,0013 persen; dan coklat batang sebesar 0,0008 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

    Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, pada bulan Januari 2009  sebesar 114,76 dan bulan sebelumnya sebesar 115,88 sehingga mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,97 persen. Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu: sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,41 persen; sub kelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,04 persen; dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,09 persen. Sedangkan sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 4,67 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,27 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan deflasi antara lain: bahan bakar rumahtangga sebesar 0,3302 persen; sabun detergen bubuk sebesar 0,0029 persen; besi beton sebesar 0,0018 persen; batu bata/batu tela sebesar 0,0007 persen; cat tembok sebesar 0,0005 persen; dan pembasmi nyamuk cair sebesar 0,0004 persen.

4. Sandang

    Indeks kelompok sandang pada bulan Januari 2009 adalah sebesar 114,67 dan bulan sebelumnya sebesar 114,02. Dengan demikian, kelompok ini  mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,57 persen. Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu: sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,05 persen; serta sub kelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 1,17 persen. Satu sub kelompok mengalami penurunan indeks, yaitu sub kelompok sandang wanita sebesar 0,04 persen. Sedangkan satu sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu sub kelompok sandang anak-anak. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,06 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain emas perhiasan sebesar 0,0550 persen; serta kemeja pendek katun sebesar 0,0012 persen.

5. Kesehatan

   Indeks kelompok kesehatan pada bulan Januari 2009 adalah sebesar 108,21 dan bulan sebelumnya sebesar 108,06. Dengan demikian, kelompok ini  mengalami peningkatan indeks atau inflasi sebesar 0,14 persen. Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu: sub kelompok obat-obatan sebesar 0,11 persen serta sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,38 persen. Sedangkan sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok  jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: pembersih/penyegar dan pasta gigi masing-masing sebesar 0,0016 persen; sabun mandi sebesar 0,0009 persen; hand body lotion sebesar 0,0008 persen; dan shampo sebesar 0,0007 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

   Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Januari 2009 adalah sebesar 108,22 dan bulan sebelumnya sebesar 108,22. Dengan demikian, kelompok ini  tidak mengalami perubahan indeks.

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

    Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Januari 2009 adalah sebesar 103,51 dan bulan sebelumnya sebesar 105,53. Dengan demikian, kelompok ini mengalami penurunan indeks sebesar 1,91 persen. Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami penurunan indeks, yaitu: sub kelompok transpor sebesar 2,90 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya, yaitu: sub kelompok komunikasi dan pengiriman;  sub kelompok sarana dan penunjang transpor ; serta sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,35 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan deflasi antara lain: bensin sebesar 0,3037 persen; angkutan dalam kota sebesar 0,0435 persen; solar sebesar 0,0029 persen; dan tarip kereta api sebesar 0,0025 persen.

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta, Bulan Desember 2008 dan Januari 2009,

Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi Januari 2009 (2007 =100)

 

PERBANDINGAN INFLASI DKI JAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA

JANUARI 2009

    Pada bulan Januari 2009, dari 66 kota yang diteliti, 34 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Manokwari sebesar 3,84 persen dan kota yang mengalami inflasi yang terrendah adalah kota Batam sebesar 0,01 persen. Kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah kota Manado sebesar 1,35 persen dan kota yang mengalami deflasi terrendah adalah kota Madiun sebesar 0,01 persen. Kota Jakarta menempati urutan ke 14 tertinggi dari seluruh kota yang mengalami deflasi.  

 

Tabel 4

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi, Januari 2009 untuk 66 Kota

 

Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta No. 05/02/31/Th. XI, 2 Februari  2009


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map