Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Hartini Soekarno

Share

Istri keempat Presiden Soekarno. Lahir di Ponorogo, 20 September 1924 dan meninggal di Jakarta 12 Maret 2002 dimakamkan di Pemakaman Karet. Ayahnya Osan, bekerja di Kehutanan dan sering berpindah-pindah kota. Setamat dari sekolah dasar di Malang, diangkat anak oleh keluarga Oesman yang tinggal di Bandung. Di kota inilah kemudian masuk Nijheidschool (Sekolah Kepandaian Putri). Di masa mudanya, ia dikenal sangat cantik, sehingga di masa sangat belia dinikahkan dengan Suwondo dan kemudian tinggal di Salatiga. Ia menjadi janda pada usia 28 tahun dengan lima orang anak. Di kota inilah, pada tahun 1952, ia pertama kali berkenalan dengan Soekarno yang rupanya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat itu Soekarno, dalam perjalanan menuju Yogyakarta untuk meresmikan Masjid Syuhada dan mampir makan siang di kota sejuk itu.

Setahun kemudian, mereka berdua bertemu kembali, saat peresmian teater terbuka Ramayana di Candi Prambanan. Melalui seorang teman, Soekarno mengirimkan sepucuk surat kepada Hartini dengan nama samaran Srihana. Dua hari setelah Guruh Soekarno Putra lahir, tanggal 15 Januari 1953, Soekarno meminta izin Fatmawati untuk menikahi Hartini. Fatmawati mengizinkan, namun kemudian menyebabkannya menuai protes dari berbagai organisasi wanita yang dimotori Perwari yang anti poligami. Soekarno dan Hartini akhirnya menikah di Istana Cipanas, 7 Juli 1953. Untuk beberapa lama ia tinggal di sana, sebelum sekitar 1964 pindah ke salah satu paviliun di Istana Bogor. Dan sejak itu, mulai secara terbuka mendampingi acara-acara kenegaraan Soekarno di Istana Bogor, antara lain menemui Ho Chi Minh, Sihanouk, Akihito dan Michiko.

Di masa tahun 1950-an, dimana dan nasionalisme dan revolusi sangat kuat mewarnai citra diri Soekarno, membuat peran Hartini di Istana Bogor sangat besar dan ia menjadi satu-satunya istri yang paling lama bisa bertemu dengan Soekarno. Kedekatannya tersebut, membuat "Carte Blanche Ibu Hartini", tentang suatu proyek sangat berharga. Janji Soekarno untuk menjadikannya sebagai istri terakhir, yang dibayarnya dengan pengabdian sebagai istri sepenuh hati kemudian terbukti dilanggar. Berturut-turut Soekarno, kemudian menikahi Ratna Sari Dewi (1961), Haryati (Mei 1963) dan Yurike Sanger (Agustus 1964). Namun demikian sejarah mencatat, Hartini telah mengisi paruh kehidupan Soekarno. Dia lambang perempuan Jawa yang setia, nrimo, dan penuh bekti terhadap guru laki.

Hits: 3517
encyclopedia/86e0479b31f4bdd8c53ea4d46b3b7ddd
Hartini bersama Soekarno

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map