Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Hadroh, Rebana

Share

Rebana yang lebih besar daripada Rebana Ketimpring. Disebut juga Rebana Gedug adapun pengucapan 'u' lebih dekat pada suara '0', sehingga menjadi 'gedok'. Garis tengah rebana ini sekitar 30 cm dan terdiri dari tiga
atau empat buah rebana. Cara memainkannya bukan dipukul biasa tapi dipukul seperti memainkan gendang. Rebana Hadroh terdiri dari tiga instrumen rebana. Pertama disebut bawa. Kedua disebut ganjil atau seling. Ketiga disebut gedug. Bawa berfungsi sebagai komando, irama pukulannya lebih cepat. Ganjil atau seling berfungsi saling mengisi dengan bawa. Gedug berfungsi sebagai bas.

Jenis pukulan Rebana Hadroh ada empat, yaitu: tepak, kentang, gedung, dan pentit. Keempat jenis pukulan itu dilengkapi dengan nama-nama irama pukulan. Nama irama pukulan, antara lain: irama pukulan jalan, sander, sabu, pegatan, sirih panjang, sirih pendek dan bima. Lagu-lagu Rebana Hadroh diambil dari syair Diiwan Hadroh dan syair Addibaai. Yang khas dari pertunjukan Rebana Hadroh adalah Adu Zikir. Dalam Adu Zikir ini tampil dua group yang silih berganti membawakan syair Diiwan Hadroh. Group yang kalah umumnya group yang kurang hafal membawakan syair Diiwan Hadroh. Pukulan dalam Rebana Hadroh terasa lebih melodius dibandingkan dengan pukulan rebana-rebana lainnya, jari tangan kiri sering pula digunakan untuk menekan, menengkep, bahkan menjentikkan kulit penutup (wangkis) dari sebelah dalam. Mudehir yang wafat pada tahun 1960 menjadi tokoh legendaris kesenian Rebana Hadroh. Ia memiliki ketrampilan teknis yang sempurna. Variasi pukulannya sangat kaya. Bahkan dengan kakinya pun suara rebana masih sempurna. Suaranya indah dan daya hafalnya atas syair Diiwan Hadroh sangat baik.

Hits: 6223
encyclopedia/394536c7bfff8b6da4b081afac776272
Rebana Hadroh

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map