Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Ajip Rosidi

Share

Sastrawan, lahir di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, 31 Januari 1938. Ia di mata rekan-rekannya sesama pencinta sastra dan kebudayaan merupakan sosok yang paripurna. Dikenal sebagai sastrawan Sunda, yang memperkaya sastra Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Sunda di dunia internasional. Dengan menulis lebih dari 50 judul buku dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Pada tahun 50-an, tepatnya 1953-1955 Ajib pada usia 15 tahun telah dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Suluh Pelajar.

Ia dinilai sebagai sosok yang bisa melepaskan diri dari kecenderungan polarisasi dalam banyak hal. Salah satunya, polarisasi antara kebudayaan modern dan kebudayaan tradisional. Mantan Redaktur PN Balai Pustaka (1955-1956) dikenal konsisten mengembangkan kebudayaan daerah, melalui Hadiah Sastra Rancage, penghargaan untuk karya sastra Sunda, Jawa, dan Bali yang rutin diadakan setiap tahun diluncurkan tahun 1988. Juga dikenal sebagai juru bicara yang fasih menyampaikan tentang Indonesia kepada dunia luar, ia buktikan bulan April 1981 dipercaya mengajar di Osaka Gaikokugo Daigaku (Osaka Gaidai), Osaka, Jepang, serta memberikan kuliah pada Kyoto Sangyo Daigaku di Kyoto (1982-1996), Tenri Daigaku di Nara (1982-1995), dan di Asahi Cultural Center.

Meski kental berdarah Bandung, Ajip Rosidi berkembang dan besar di Jakarta. Kota Jakarta pun tak lepas dari perannya. Sejak tahun 1972-1981 dia adalah Ketua Dewan Kesenian Jakarta; Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Pemimpin Redaksi Majalah Kebudayaan Budaya Jaya (1968-1979), Redaktur PN Balai Pustaka (1955-1956) yang semuanya berkantor di Jakarta. Sementara di Bandung, ia adalah pendiri Pusat Studi Sunda (2003) dan Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage.

Karyanya antara lain: Tahun-tahun Kematian (kc, 1955), Pesta (kc, 1956), Ketemu di Jalan (ks, bersama S.M. Ardan dan Sobron Aidit, 1956), Di Tengah Keluarga (kc, 1956), Perjalanan Penganten (k, 1958; diterjemahkan ke Bahasa Perancis, 1976 dan Bahasa Yugoslavia, 1978), Cari Muatan (ks, 1959), Cerita Pendek Indonesia (s, 1959), Surat Cinta Enday Rasidin (ks, 1960), Pertemuan Kembali (ke, 1961), Kapankah Kesusastraan Indonesia Lahir? (s, 1964), Kesusastraan Sunda Dewasa Ini (s, 1966), Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia (s, 1969), Jeram (ks, 1970), Jakarta dalam Puisi Indonesia (editor; ks, 1972), Masalah Angkatan dan Periodisasi Sastra Indonesia (kc, 1973), Pembinaan Minat Baca, Apresiasi dan Penelitian Sastra (kc, 1973), Ular dan Kabut (ks, 1973), Puisi Indonesia I (s, 1975), Laut Biru Langit Biru (editor; br, 1979), Anak Tanah Air (n, 1979), Puisi Indonesia Modern: Sebuah Pengantar (1987), Nama dan Makna (ks, 1988), Terkenang Topeng Cirebon (1990), Asrul Sani 70 Tahun (editor, 1977), dan Surat-Surat Kepercayaan (editor, 1977).

Di samping menulis sejumlah buah buku dalam bahasa Sunda, ia juga mengusahakan penulisan kembali cerita-cerita lama, diantaranya Lutung Kasarung (1958), Mundinglaya di Kusumah (1961), Ciung Wanara (1961), Sangkuriang Kesiangan (1961), Purba Sari Ayu Wangi (1962), Roro Mendut (1961), Candra Kirana (1962), Jalan Ke Surga (1964), dan Dua Orang Dukun (1970). Buku-buku yang bersifat umum tulisannya antara lain Mengenal Jepang (1981), Manusia Sunda (1984), Undang-Undang Hak Cipta 1982: Pandangan Seorang Awam (1984), dan Sjajruddin Prawiranegara Lebih Takut Kepada Allah SWT (editor, 1986). Karya terjemahan bersama Matsuoka Kunio diantaranya Penari-Penari Jepang (kc, Kawabata Yasunari, 1985), dan Daerah Salju (n, Kawabata Yasunari, 1987). Tahun 2000 menerima bintang jasa The Order of the Sacred Treasure Gold Ray with Neck Ribbon dari Pemerintah Jepang.

Hits: 5244
encyclopedia/a6f27a4d50d3fdc4dd51b0829e8cabb0
Ajip Rosidi

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map