Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Festival Lagu Papuler

Share

Suatu festival yang diselenggarakan tiap tahun di Jakarta dalam rangka menyeleksi pemenang yang berasal dari seluruh Indonesia, untuk dipertandingkan kembali ke World Pop Song Festival di Tokyo. Penyelenggara di Indonesia, mulanya sebuah yayasan yang meniagakan alat-alat buatan Jepang, lalu dikembangkan menjadi sebuah panitia tetap dan bekerja sama dengan Yayasan Musik Indonesia YMI). Penyelenggara di Jakarta biasanya memilih dan menentukan apakah peserta dengan lagu yang dibawakannya berhak ke Tokyo. Biasanya dipilih 10 lagu terbaik yang dikirim penyelenggara ke komite organisasi untuk festival sedunia dan ditentukan satu judul lagu yang akan mewakili Indonesia. Festival ini memang bukan festival menyanyi, melainkan lagu, tetapi penampilan penyanyi yang membawakan tetap sangat menentukan. Selera juri di Indonesia mungkin berbeda, buktinya pada festival 1974, ditetapkan Broery Marantika yang menang. Tetapi ternyata, peninjau dari Jepang yang hadir dalam festival yang dilangsungkan di Jakarta Theatre itu, memberikan penghargaan kepada Melky Goeslaw.

Festival ini mulai ramai pada 1974, walaupun telah dimulai sejak 1971. Adapun urutan pemenang adalah 1971: Elly Sri Kudus dengan Salam Mesra dari Jakarta (ciptaan Mochtar Embut); 1972: Tuty Ahem dengan Before I die (ciptaan Muslihat atau lebih dikenal dengan Mus K. Wirya); 1973: Broery Marantika dengan Penuh Harapan (ciptaan Nick Mamahit); 1974: Broery Marantika dengan Cinta (ciptaan Titiek Puspa); 1975 Melky Goeslaw dengan Pergi Untuk Kembali (ciptaan Mingus Tahitu); 1976: Grace Simon dengan Renjana Cinta (ciptaan Guruh Soekarno putra); 1977: Melky Goeslaw dan Diana Nasution dengan Bila Cengkeh Berbunga (ciptaan Mingus Tahitu); 1978: Ajie Bandy dan Hetty Koes Endang dengan Damai Tapi Gersang (ciptaan Ajie Bandy); Hetty Koes Endang dengan Waktu (ciptaan Bagyo Mangkuwiduro); 1979: Dhenok Wahyuni dengan Harmoni Kehidupan (ciptaan Ully Sigar Rusady);

Pada tahun 1980 terpilih tiga pemenang yaitu Bomok Hutahuruk dengan Runtuhnya Keangkuhan (ciptaan Tarida Hutahuruk), Bob Tutupoly dengan Simfoni yang Indah (ciptaan Robby Lea), Bob Tutupoly dengan Senja Merah (ciptaan Rukanto dan Esti); 1981: Hetty Koes Endang dan Euis Darliah dengan Siksa (ciptaan Titiek Hamzah); 1982; Geronimo dengan Lady (ciptaan Anton Issudibyo); 1983 Vina Panduwinata dengan Salamku Untuknya (ciptaan Adjie Sutama dan Irianti Emingpradja); Andi Meriem Matalatta dengan Rindu (ciptaan Elfa Seciora dan Ferina); 1984 Vina Panduwinata dengan Aku Melangkah Lagi (ciptaan Santosa Gondowijoyo); 1985: Vina Panduwinata dengan Burung Camar (ciptaan Aryono Huboyo Jati); 1986 Harvey Malaihoo dengan Seandainya Selalu Satu (ciptaan Elfa Seciora dan Wieke Gur); 1987 Harvey Malaiholo dengan Kusadari (ciptaan Elfa Seciora dan Wieke Gur); 1988: Harvey Malaiholo dengan Ternyata (ciptaan Tamam Hussein dan Wieke Gur). Dan setelah itu festival ini tidak diselenggarakan lagi.

Hits: 4881

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map