Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Festival Film Indonesia (FFI)

Share

Acara tahunan yang diselenggarakan sebagai barometer prestasi artistik dan juga sebagai apresiasi bagi masyarakat luas. FFI menitik beratkan pemilihan atas mutu dari unsur-unsur pendukung sebuah film. Penghargaan yang diberikan pada event tersebut berupa Piala Citra.

Festival Film Indonesia (FFI) diselenggarakan pertama kali tahun 1955. Festival Film Indonesia (FFI) I dipelopori oleh H. Jamaludin dan H. Usmar Ismail. Dilaksanakan pada masa pemerintahan Walikota Sudiro dan Menteri PPK Prof. Dr. Bahdeer Johan. Mengambil tempat di rumah dinas Walikota Jakarta Raya, JI. Taman Suropati NO.7. FFI kedua tahun 1960 dan ketiga tahun 1967. Keriga Festival Film yang terputus-putus itu disponsori oleh Persatuan Para Produser dengan tujuan promosi. Baru sejak tahun 1973, FFI diselenggarakan secara teratur setiap tahun, dengan sponsor Yayasan Nasional Festival Film Indonesia (YNFI) yang kemudian beralih ke Dewan Film Nasional. Tujuannya pun lebih dari sekedar mengukur prestasi artistik.

Sistem Perjurian dan Penilaian: Kriteria yang harus dipenuhi untuk menentukan film terbaik adalah skenario, editing, sutradara dan sinematografi. Pada tahun-tahun awalnya, dewan juri disodori semua film peserta dan langsung menentukan pemenangnya. Sistem penjurian ini dirasa tidak efisien, karena dalam waktu relatif singkat juri harus melihat puluhan film dan harus selalu pada unsur-unsur film yang menonjol.

Sistem penjurian seperti ini mengalami perubahan sejak tahun 1979, dengan membentuk dewan penilai awal yang terdiri atas belasan wartawan film ibu kota. Mereka mengusulkan beberapa film unggulan kepada dewan juri akhir. Tahun berikutnya, keterlibatan wartawan ini ditiadakan dan sistem penjurian sebelumnya diberlakukan kembali. Pada tahun 1978 sistem penjurian lebih mendasarkan penilaian pada sistem angka. Dalam FFI 1979, dewan juri sendiri yang mengumumkan nominasi seluruh peserta festival.

Oleh karena dalam beberapa festival juri tidak menentukan film terbaik, hal tersebut menimbulkan rasa ketidak puasan di kalangan film, sehingga akhirnya di-putuskan bahwa dalam setiap FFI harus ada film terbaik. Untuk itu dibentuklah kelompok penilai awal. Kelompok ini diberi nama Komite Pengaju Unggulan (KPU) dengan anggota 18 orang film dari semua unsur. KPU hanya berusia satu tahun, selanjutnya diganti dengan Komite Seleksi yang beranggotakan sembilan orang. Tugasnya memilih 11 sampai 19 film terbaik berkualitas.

Sistem penilaian dua tahap dalam FFI meniru Academy Award. Penilaian tahap pertama terhadap suatu film peserta yang dilakukan Komite Seleksi ditekankan pada unsur-unsur film yang lebih condong pada segi teknis. Penilaian terhadap bobot budaya dari film itu dilakukan pada tahap berikutnya oleh dewan juri. Selain memilih film, aktor, dan aktris pembantu, sutradara, sekenario, cerita asli film, tata fotografi, penyuntingan, tata musik, tata suara, dan tata artistik terbaik. Kepada mereka diberikan penghargaan berupa piala Citra. Selain itu, dibagikan pula piala Widya untuk sinema elektronik (video cerita dan non cerita) dan film non cerita (dokumenter, pendidikan/ penyuluhan/penerangan, dan pariwisata), Piala S. Tutur untuk poster film, serta piala Mitra untuk kritik film (film cerita dan noncerita).

Penyelenggaraan FFI: Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika FFI diselenggarakan secara bergilir di berbagai kota besar di Indonesia, sejak tahun 1996 kegiatan itu dipusatkan di Jakarta. Selain itu, telah dibentuk pula Panitia Tetap Festival Film Indonesia (Pantap FFI) yang mengurus organisasi pelaksanaan FFI. Masa kerja Pantap ini lima tahun. Tugasnya melaksanakan FFI setiap tahun. Acara-acara penting yang merupakan program utama FFI seperti pengumuman film pilihan, film unggulan (nominasi), dan pemenang piala Citra diadakan di Jakarta. Namun sebagai acara penunjang dilakukan di berbagai kota di Indonesia secara serentak, baik di kota besar maupun kecil.

Acara-acara penunjang biasanya melibatkan para artis film. Kegiatan yang biasa dilakukan adalah pawai, diskusi, dan kunjungan ke bioskop-bioskop yang sedang memutar film pilihan FFI. Beberapa acara tambahan lainnya adalah lomba akting, bazar, kunjungan ke panti-panti asuhan yang dilakukan oleh para artis dan lain-lain. Sejak tahun 1986 diselenggarakan Kampanye Film Nasional. Acara ini merupakan forum tahunan produser dan pekerja film untuk menyatakan sikap dan harapan mereka terhadap dunia perfilman umumnya dan peluang mereka di dalam FFI. Dalam kampanye itu hadir para pendukung film yang dikampanyekan, seperti, pemain, sutradara, produser, wartawan, serta masyarakat umum.

Hits: 1918
encyclopedia/d551325847e83bc54bd49076e9793f1b
Festival Film Indonesia (FFI)

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map