Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Enteng Tanamal

Share

Penyanyi dan penata musik bernama asli Hein Tanamal, lahir di Fak-Fak (Irian Jaya), 4 Oktober 1944. Pendidikan SLA diselesaikan 1962 di Jakarta. Aktif bermain musik sejak usia tiga tahun, tergabung dalam Band Suara Mutiara di Jakarta. Dengan groupnya ini, mengikuti Festival Band Bocah se-Jakarta Raya dan Festival Band Bocah se-Indonesia di Gedung Olahraga Ikada. Tahun 1960 bergabung dalam Zaenal Combo pimpinan Zaenal Arifin dan mulai dikenal sebagai pemain gitar terbaik. Awal 1964 bergabung dengan Band Sapta Nada bersama Bing Slamet (alm), Idris Sardi, dan Benny Mustafa. Medio 1964, bersama Sani, Udhinsyah, Hengki Firmansjah, dan Cucung membentuk Band Pantja Nada. Dengan band ini, ia mengadakan pertunjukkan musik di hampir semua kota besar di Indonesia, bersama artis-artis penyanyi top, antara lain Bob Tutupoly, Titiek Puspa dan Pattie Bersaudara.

Ia lalu membentuk Band The Pros, dengan anggota-anggota antara lain Dimas Wahab, Porno, Fuad (alm) dan Broery Marantika. Dan melawat ke Singapura sekitar enam bulan bermain di Tropicana Night Club. Sekembali dari Singapura, bermain di klub malam bersama Idris Sardi, Benny Mustafa, Kiboud Maulana, Tonny Suwandi dan lain-lain. Saat menjadi karyawan Pertamina dengan tugas khusus memimpin Band Pertamina Unit VI di Dumai, tergabung antara lain Jopie Item, Benny Mustafa, Rhully Djohan dan Tonny Suwandi. Tahun 1974 kembali ke Jakarta dan mulai terjun secara aktif di dunia film.

Bersama Idris Sardi sejak 1970, bermain musik untuk ilustrasi film dan beberapa kali mendampingi Idris Sardi rekaman musik di Tokyo. Tapi 1974, sekembali dari Dumai, ia sendiri sudah mulai membuat illustrasi musik untuk film. Film pertamanya Kasih Sayang (juga bermain dalam film ini sebagai pemeran pembantu), kemudian Suster Maria, Jangan Biarkan Mereka Lapar (juga bermain sebagai pemeran utama di samping Broery Pesolima), Yoan, Isteri Dulu Isteri Sekarang, Ranjang Siang Ranjang Malam dan lain-lain, seluruhnya sudah sekitar 25 film. Permainannya dalam film Jangan Biarkan Mereka Lapar, menghasilkan predikat Aktor Harapan Terbaik dalam FFI 1976 di Bandung. Setelah menjadi supervisor di Studio PT Yukawi (1976-1978), sejak 1978 menjadi produser dengan mendirikan studio rekaman: PT Yoan Recording Studio. Bersama Tanti Yosepha istrinya, dikaruniai dua orang anak, Yoan dan Francis.

Hits: 2228

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map