Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Babakan, Setu

Share

 

Alamat Jl. Moch. Kahfi II RT 009 / RW 008, Kel. Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp/Fax          021-7862861

 

Setu Babakan (Setu atau Situ berarti Danau Kecil), merupakan kawasan pemukiman yang terletak di wilayah Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Setu Babakan adalah sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan. Perkampungan yang terletak di selatan Kota Jakarta ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana khas pedesaan atau menyaksikan budaya Betawi asli secara langsung. Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi, memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan dan membuat makanan khas Betawi. Melalui cara hidup inilah, mereka aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan taraf hidupnya.

Melalui SK Gubernur No. 9 Tahun 2000, Setu Babakan dipilih sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi. Setu Babakan sebagai kawasan cagar Budaya Betawi diresmikan pada tahun 2004 oleh Bapak Sutiyoso yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Peresmian ini bersamaan dengan peringatan HUT DKI Jakarta ke-474. Sebelum itu, perkampungan Setu babakan juga merupakan salah satu objek wisata yang dipilih oleh Pacific Asia Travel Association (PATA) sebagai tempat kunjungan wisata bagi peserta konferensi PATA di Jakarta pada bulan Oktober tahun 2002. Perkampungan ini dianggap masih mempertahankan dan melestarikan budaya khas Betawi, seperti bangunan, dialek bahasa, seni tari, seni musik, dan seni drama.

Pusat Budaya Betawi Setu Babakan menyimpan potensi bagi generasi muda untuk mengenal berbagai peninggalan berupa seni dan budaya yang hingga saat ini tetap dilestarikan, salah satunya adalah pencak silat betawi. Seperti suku-suku lainnya di Tanah Air, seni dan budaya merupakan warisan leluhur mereka yang diturunkan bagi generasi selanjutnya untuk dilestarikan, begitu pula dengan Suku Betawi tidak ketinggalan ikut serta dalam melestarikan budaya mereka, khususnya di tanah kelahirannya.

Pusat Budaya Betawi Setu Babakan menunjukkan bahwa pemerintah, khususnya DKI Jakarta sangat peduli dengan akar budaya betawi agar tetap dikenal dan dilestarikan di tengah-tengah pembangunan kota dan kesibukan warganya. Salah satu upaya pelestarian kebudayaan Betawi, Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi kawasan Setu Babakan menjadi Kampung Betawi.

Konsep kawasan perkampungan Budaya Betawi diawali dengan terbitnya Perda Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penetapan Perkampungan Budaya Betawi Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Kotamadya Jakarta Selatan yang bertujuan untuk melestarikan budaya Betawi melalui sebuah perspektif kehidupan budaya Betawi. Kawasan Setu Babakan terbagi menjadi 3 zona wilayah, yaitu:

  1. Zona A, dikembangkan menjadi pusat pelestarian pengembangan budaya dengan luas 3,2 ha. Pada zona ini dikembangkan berbagai rumah adat khas Betawi, seperti rumah adat gudang, kebaya, joglo, bapang, pesisir dan pulau seribu yang juga dilengkapi dengan museum sejarah dan purbakala, gedung teater dan gedung modern bernuansa Betawi.
  2. Zona B, dikembangkan sebagai pusat kuliner nusantara dengan tema Betawi untuk Indonesia, zona ini berdiri diatas lahan seluas 3.700 meter persegi. Didalam zona ini terdapat kurang lebih 250 pedagang kuliner yang menjajakan makanan khas Betawi dan budaya Indonesia lainnya.
  3. Zona C, dikembangkan menjadi zona komersial dan studi alam, zona ini berdiri diatas lahan seluas 2,8 ha. Di zona ini dibangun replika perkampungan Betawi yang dilengkapi rumah adat, sawah dan empang (danau kecil).

Pengelola Setu Babakan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengadakan acara rutin setiap hari Minggu Pukul 13.00 - 16.00 WIB menampilkan berbagai kesenian khas Betawi seperti kesenian tari, musik tanjidor, ondel-ondel, lenong, gambang kromong dan pencak silat. Selain itu, setiap hari Rabu dan Minggu sore terdapat juga pelatihan kesenian tari, musik dan beladiri betawi yaitu Silat Beksi.

Yang tidak kalah menarik dari lokasi ini adalah Wisata Air. Disini pengunjung dapat memancing dan menikmati keindahan Setu Babakan dari atas air dengan sepeda air yang disewakan oleh pengelola.

Wisatawan yang berkunjung di Kawasan Setu Babakan ini tidak dikenakan biaya atau tarif masuk, namun hanya dikenakan biaya parkir kendaraan berkisar Rp. 2.000 hingga Rp. 5.000. Wisatawan dapat menikmati kawasan Setu Babakan dari pukul 06.00 - 18.00 WIB.

Akses menuju lokasi perkampungan Setu Babakan relatif mudah, karena terdapat banyak kendaraan umum yang melewati perkampungan ini. Dari terminal Pasar Minggu, pengunjung dapat menggunakan Kopaja 616 jurusan Blok M menuju Cipedak, pengunjung dapat turun di pintu gerbang perkampungan Setu Babakan. Dari terminal Depok pengunjung dapat mengunakan D128 jurusan Depok - M.Kahfi II - Warung Silah kemudian turun di depan gerbang Setu Babakan. Atau dapat juga mengunakan angkot 83 Lenteng Agung – Srengseng Sawah  kemudian turun di pintu sisi yang lain Setu Babakan.

Hits: 9555
encyclopedia/5c8dead88ff13b5ef4d10bf76ec9c04a

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map