Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Tarumanegara, Kerajaan

Share

Kerajaan tertua kedua sesudah Kutai, terletak di daerah Bogor, Jawa' Barat. Merupakan kerajaan Indonesia-Hindu tertua di Pulau Jawa. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Tugu yang menyebutkan adanya Kerajaan Tarumanegara dengan rajanya Purnawarman. Selain itu Berita Cina tentang kedatangan Fa Shien tahun 414 di Jawa yang diduga pada masa itu di Tarumanegara, dapat pula dipakai untuk menguatkan adanya masyarakat yang bercorak Indonesia-Hindu.

Sumber sejarah yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya Kerajaan Tarumanegara, antara lain beberapa prasasti dan berita Cina dari Dinasti Tang abad ke-7. Prasasti dari Kerajaan Tarumanegara berjumlah tujuh buah; sebagian kini disimpan di Museum Jakarta dan sebagian lagi masih di tempatnya semula. Prasasti tersebut adalah Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Pasir Awi (keempatnya ditemukan di daerah Leuwiliang Bogor), Prasasti Tugu (Cilincing, Jakarta), dan Prasasti Muncul (Banten). Bahasa yang dipergunakan dalam prasasti-prasasti tersebut adalah bahasa Sansekerta dengan huruf Pallawa, yang diduga berasal dari abad ke-4. Pada beberapa bagian terdapat tulisan dengan huruf ikal, yang sama artinya dengan nama Purnawarman. Berdasarkan bentuk hurufnya, prasasti pada masa Tarumanegara diperkirakan lebih muda dari pada prasasti masa Kutai. Dalam prasasti Ciaruteun terdapat jejak tapak kaki seperti tapak kaki Wisnu yang dinyatakan sebagai tapak kaki Purnawarman, raja pada masa itu. Prasasti lainnya menceritakan kebesaran Purnawarman. Menurut dugaan, Raja Tarumanegara ini banyak mendapat pengaruh Hindu. Wilayah Kerajaan Tarumanegara meliputi Banten, Jakarta sampai Cirebon. Sistem pemerintahannya sudah berjalan baik dan teratur, demikian pula kehidupan rakyatnya. Hal ini digambarkan dalam prasasti Tugu yang menceritakan pembangunan saluran air sepanjang 6.122 busur hanya selama 21 hari untuk pengairan dan pencegah banjir. Dari tulisan mengenai pembangunan saluran air yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat itu juga dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Tarumanegara di bawah pemerintahan Raja Purnawarman telah mengenal manajemen dan cara kerja yang rapi, serta pemimpin yang ditaati.

Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berakhir abad ke-7 M. Karena sejak abad tersebut tidak ada lagi berita-berita yang dapat dihubungkan dengan nama rajanya. Menurut Ir. J.L. Moens dari Prasasti Kota Kapur ± 686 M di Pulau Bangka, runtuhnya Kerajaan Tarumanegara pada akhir abad tersebut disebabkan kekuasaan Sriwijaya. Mengenai letak ibukota Tarumanegara dengan keratonnya masih belum bisa dipastikan. Tetapi berdasarkan ilmu bahasa Prof Dr. Poerbatjaraka memperkirakan bahwa letak Keraton Taruma itu di daerah Bekasi, dengan alasan bahwa Sungai Chandrabhaga dalam ucapan orang menjadi Sasihbaga yang lambat laun berubah menjadi Baga Sasih dan akhirnya Bekasi. Di daerah Bekasi, sejak tahun-tahun yang lalu telah ditemukan alat-alat prasejarah seperti pahat dan kapak batu serta pecahan-pecahan periuk. Kecuali benda-benda prasejarah juga terdapat benda-benda yang sudah masuk masa-masa jauh setelah zaman Batu-Baru dan Perunggu Besi. Tidak jauh dari Bekasi yakni di Cibuaya, Rengasdengklok pada tahun 1952 pernah ditemukan area Wishnu yang usianya kurang lebih dari abad ke-7, dimungkinkan area tersebut berasal dari masa Tarumanegara.

Hits: 22377
encyclopedia/2cd8ca848559d1fe58500983e5ebed86
Peta lokasi yang diduga kedudukan pusat Kerajaan Tarumanegara

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map