Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Sidharta Soegijo, G

Share

Pelukis dan pematung, lahir di Yogyakarta, 30 November 1932. Pendidikan ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta. Jan Van Eyck Academie, Maastricht-Holland, 1956. Jurusan Seni Rupa ITB, 1975. Aktif sebagai Dosen di ASRI Yogyakarta (19581964), Ketua Akademi Seni Rupa LPKJ (1971-1973). Di tahun 1988 Pembantu Dekan III FSRD-ITB dan Kepala Studio Lukis/Seni Murni FSRD-ITB.

Sebelum secara formal belajar seni di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, ia mengawali belajar seni melalui belajar melukis dan sesekali mernatung di Sanggar Pelukis Rakyat Yogyakarta yang dipimpin Hendra Gunawan. Di organisasi yang didirikan Hendra dan Affandi tahun 1947 sebagai pecahan organisasi Seniman Indonesia Muda (SIM) itu, sebetulnya G. Sidharta bukan menjadi anggota, melainkan hanya sering singgah dan banyak berdiskusi. Karena di sana adalah tempat berkumpul banyak seniman seperti Sudarso, Soetopo, Setjojoso, Rustamadji, Batara Lubis, dan Chaerul Bahri.

Kemudian pada tahun 1950, ia masuk ke ASRI bersama Widayat, Murtihadi, dan Abdulkadir. Di tahun berikutnya, bersama mereka mendirikan organisasi bernama Pelukis Indonesia Muda (PIM) Yogyakarta. Dari ASRI (sekarang lSI, Institut Seni Indonesia) dan di Maastricht Belanda (1957) ia kemudian mengajar di jurusan Seni Patung ASRI (1958-1964).Tahun berikutnya ia pindah ke Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB dan pensiun dan ITB tahun 1997. Menerima Penghargaan "Seni Lukis Terbaik" dari badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKA) Academic di Negeri Belanda. Pemenang kedua Sayembara Nasional Monumen Taman Pahlawan Kalibata, 1975 di Jakarta. Pemenang Sayembara Terbatas Monumen Pelabuhan Peti Kemas di Tanjung Priok 1979, di Jakarta. Menerima Penghargaan Patung terbaik dari Dewan Kesenian Jakarta dalam Pameran Trienal Patung di Jakarta tahun 1986. Menerima "2nd ASEAN AWARD For Culture, H,B. Jassin, Samuel Pardede dan Teguh Karya di Singapura.

Dalam khazanah seni patung modern di Indonesia, G. Sidharta merupakan sosok penting. Namanya patut dicatat sebagai pematung yang kerap menerobos berbagai kekayaan material dan idealisme. Ia dinilai sangat produktif menghasilkan karya. Pada tahun 1970-an, ia membuat geger dengan patung yang pipih dan dicat, yaitu pada karya Tangisan Dewi Bethari (1976). Pada saat itu, pembicaraan tentang karya patung di Indonesia masih pada taraf konservatif, harus berbahan asli, tidak boleh dicat atau dimanipulasi dengan aspek-aspek dua dimensi.

Hits: 3381
encyclopedia/c3ad4cee6bc14988ad62dd04aee29208
Patung karya G. Sidharta Soegijo, berjudul Patung Tumbuh Kembang terletak di kawasan Kebayoran Baru

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map