Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Pelita

Share

Harian nasional di Jakarta yang pada awal tahun 1974 mendapat izin terbit dari Departemen Penerangan untuk menggantikan surat kabar sejenis yang dilarang terbit oleh pemerintah beberapa bulan sebelumnya. Seperti harian Abadi yang digantikannya, Pelita yang mulai terbit pada tanggal 1 April 1974 dimaksudkan untuk menyuarakan aspirasi umat Islam.

Empat tahun sejak didirikan, Pelita dilarang terbit oleh pemerintah selama dua minggu pada bulan Januari-Februari 1978 akibat pemberitaannya tentang demonstrasi mahasiswa di berbagai kota di Indonesia. Harian ini mengalami pembredelan lagi selama empat bulan, dari bulan Mei-September 1982, karena pemberitaannya mengenai kegiatan kampanye menjelang pemilu pada tanggal 4 Mei Tahun itu. Selama bulan-bulan kampanye pemilu itu, Pelita mengalami kenaikan oplah yang besar dari sekitar 50.000 menjadi antara 90.000 dan 100.000 eksemplar.

Ketika penerbitan harian ini dipulihkan kembali, oplahnya merosot tajam dan terjadi perombakan total di kalangan pimpinan redaksi. Barlianta Harahap digantikan Abdul Karim Jakobi sebagai pemimpin redaksi. Selain itu, sikap redaksionalnya juga berubah, dari pendukung Partai Persatuan Pembangunan menjadi surat kabar umat Islam pada umumnya. Pada tahun 1985, sepuluh pemimpin Golkar membeli 60% saham surat kabar ini. Termasuk di antaranya adalah Sarwono Kusumaatmadja dan Akbar Tandjung. Sejak tanggal 11 Maret 1986, Akbar Tandjung menjadi pemimpin redaksi Pelita dan A.K. Jakobi sebagai wakil pemimpin redaksi.

Hits: 2285

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map