Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Patekoan

Share

Daerah Pecinan di wilayah Glodok, Jakarta Barat. Meskipun sudah sejak lama namanya diubah jadi Jl Perniagaan, tapi masyarakat masih lebih banyak menyebutnya Patekoan, yang berarti delapan buah teko (poci) dari kata pat te koan. Terletak hanya beberapa ratus meter dari pusat pertokoan dan perdagangan Glodok, yang selalu hingar bingar, Patekoan punya sejarah panjang. Bahkan ia dikenal sejak awal pemerintah kolonial Belanda. Karena, kawasan China Town inilah, sejak Jan Pieterzoon Coen memerintah (Mei 1619), yang dijadikan perkampungan Tionghoa. Tidak heran, kalau sejumlah kapitein Cina pernah tinggal di sini. Demikian pula sejumlah klenteng masih tetap berdiri tegak, sekalipun sudah berdiri lebih dari tiga abad.

Sejarah Patekoan, tidak dapat dilepaskan dengan seorang Kapiten Cina bernama Gan Jie. Di Batavia ia berniaga hasil bumi. Karena sifatnya yang baik dan suka menolong, dalam waktu singkat ia menjadi salah seorang terkemuka di pemukimannya yang baru. Dan, ketika Phoa Beng Ganm pada 1663 mengundurkan diri, Gan Djie diangkat sebagai penggantinya, Maka sejak 10 April 1663 Gan Djie menjadi Kapiten der Chineezen (Kapitein Cina) ketiga. Ia dilantik oleh gubernur jenderal Joan Maetsuyker, Karena kesibukannya, ia dibantu istrinya, wanita Bali.

Di depan kantor Kapitein seringkali berteduh para pedagang keliling atau mereka yang kelelahan di jalan. Waktu udara begitu panas, orang yang melintas di jalan selalu sulit mendapatkan air untuk minum. Maklum kala itu, boleh dikata belum banyak penjual minuman. Melihat hal itu, istrinya, Nyai Gan Djie, mengusulkan pada si suami agar di depan kantor disediakan air teh untuk warga masyarakat yang kehausan. Bagi orang yang berkecukupan macam Kapiten Gan, tentu saja air teh tidak ada artinya. Tetapi bagi masyarakat yang 'kekeringan' penting sekali. Kapiten Gan langsung setuju usul istrinya. Di depan kantor, di sebelah luar pintu, lalu dipasang meja-meja kecil, Di atasnya tiap pagi dan sore disediakan air teh. Supaya air teh mencukupi keperluan warga dan tidak setiap kali kehabisan, maka disediakan delapan tekoan (teko/poci teh) , Persediaan air itu akhirnya menjadi suatu ciri untuk memudahkan bagi warga mencari kantor of fleer Tionghoa itu. Demikianlah, orang lalu mengatakan, dimana ada pat-te-koan di situlah tempat tinggalnya Kapiten Gan, Lambat laun menjadi Patekoan.

Hits: 785
encyclopedia/4ef9c0289167264e4a9b27cecacdab9c
Patekoan yang terletak di wilayah pecinan, KotaLama, Jakarta

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map