Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Koes Plus

Share

Kelompok Musik beraliran pop. Sebelumnya memakai nama Koes Bersaudara atau Koes Bros. Latar belakang musik ini terdiri empat Koeswojo bersaudara. Ketika masih bernama Koes Bersaudara kelompok ini membuahkan banyak lagu yang beberapa di antaranya masih digemari hingga kini, Koes Bersaudara merupakan nama kelompok vokal dan instrumental dengan para personil terdiri dari; Tony Koeswojo lahir di Tuban 19 Januari, 1938, Nomo Koeswojo lahir di Tuban 21 januari 1939, Yon, lahirdi Tuban 27 September 1943; dan Yok, lahir di Tuban. Mereka rata-rata berpendidikan hanya SMA terkecuali Tonny yang sempat duduk di perguruan tinggi. Kehadiran mereka tepat pada saat pejabat-pejabat Indonesia tengah diombang-ambingkan oleh amanat Presiden Soekarno sang orator untuk segera menemukan identitas nasional dalam kebudayaan dengan melarang lagu-lagu berbahasa Inggris. Pada-'Saat itulah mereka "mengambil alih" perhatian penggemar pop di Indonesia untuk mendengar sajian gaya Everly Brothers dalam cap "made in Indonesia".Memang mereka membuat lagu-lagu sendiri, tetapi timber, harmoni, dan gaya Everly Brothers benar-benar ditiru. Lagu mereka yang segera disenangi khalayak muncul pada 1962, yaitu Harapanku; Selalu; Kuduslah Cintaku. Segera lagu-lagu Koes Bersaudara itu melibas Patah hati-nya Rachmat Kartolo yang tengah berada di puncak. Keberhasilan mereka membuat rekaman perdana berkat dukungan dua tokoh, yaitu Saiful Bahri dan Jack Lesmana (yang waktu itu masih Jack Lemmers), yang memberi semacam jaminan kepada Mas Yos, produser Irama Record, bahwa lagu-lagu itu bisa laku di pasar. Perekaman PH Koes Bersaudara yang pertama itu, setidaknya membuat tegang orang. Pada waktu itu sistem rekaman belum mengenal pita track lebih dan satu. Jadi rekaman harus dilakukan secara serempak dan satu kali saja. Antara instrumen dan vokal masuk bersama dalam satu pita, yang berbeda dengan sistem rekaman di kemudian hari. Padahal, gangguan dalam studio zaman dulu, ketika Koes Bersaudara merekam lagu-lagunya itu, terbilang merepotkan. Studio Irama di Cikini, berada di dekat rel kereta api. Setiap kali ada kereta lewat, mereka terpaksa harus berhenti. Namun pada kenyataannya lagu-Iagu mereka segera laku di pasar. Ditambah lagi dengan penampilan mereka di panggung menyanyikan lagu-Iagu mereka, menambah popularitas Koes Bersaudara ibarat tak ada tandingannya. Ini masih terus berlangsung sampai 1974-75 ketika di pasar pop telah hadir nama-nama semacam Panbers, Mercy's, D'Lloyd. Semuanya seakan berdiri di bayang-bayang sukses Koes Bersaudara.

Di tengah kesuksesan mereka muncul pertikaian dalam kelompok, sehingga menjadikan Koes tidak bersaudara lagi, dan sebaliknya Koes Plus Orang Lain. Dua kata yang terakhir dibuang, dan menjadi Koes Plus, yaitu masuknya nama Murry, dan hilangnya nama Nomo. Belakangan Nomo membentuk kelompok sendiri bernama No Koes. Itu bisa berarti Nomo Koeswoyo, tetapi bisa juga diartikan No (tidak) lagi untuk Koes Bersaudara. Belakangan, memang timbul gagasan untuk mempersatukan abang beradik, dan itu terjadi 10 tahun kemudian, ditandai dengan rekaman berjudul Kembali.

Sampai akhir hayat Tonny Koeswoyo, mereka telah merekam banyak sekali album dalam berbagai gaya dan aliran. Ada yang bercorak kroncong, ada pula qasidah, folk, dangdut, rock, dan juga lagu-lagu natal. Dari anggota-anggota Koes Bersaudara ini, kemudian lahir beberapa orang putri yang terkenal pula sebagai penyanyi, antara lain Sari Yok Koeswojo dan Chicha Koeswojo. Kelompok Koes Bersaudara menjadi Koes Plus pada tahun 1967. Pada masa jayanya setiap album baru yang dikeluarkan kelompok ini bisa dipastikan laku terjual.

Hits: 1560
encyclopedia/aaf7ce0653d113e08016218e447b18e4
Koes Plus, kelompok musik yang melegenda hingga kini

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map