Jakarta.go.id
Login  •  Signup

Beranda Ensiklopedi
CARI DI ENSIKLOPEDI

Topik Terkait

 
 

Jatinegara, Peristiwa

Share
Peristiwa penghadangan atau penyerangan
oleh pasukan khusus pemuda pejuang di
bawah pimpinan Bang Pi'ie di atas Jembatan
Kereta Api Viaduct (Adek) Gg. Kelor Jatinegara
sekitar tanggal 25 Oktober 1945. Sebenamya
sasaran utama ditujukan untuk pembersihan
garong-garong yang dipimpin Koming
dan kawan-kawannya di daerah Jatinegara.
Namun setelah pasukan pejuang yang
dipimpin Bang Pi'ie sampai di sana mereka
telah melarikan diri ke Klender. Sepertinya
rencana pembersihan ini telah diketahui
sebelumnya. Sehingga sasaran dialihkan.
Pasukan pejuang ini membawa persenjataan
yang cukup lengkap seperti: 6 Brengun, 2 KM,
4 Stengun, I Houwen Thompson otomatis
dan beberapa puluh karabijn Stije dan bomborn
rampasan dari pasukan Sekutu.
Tepat pukul 15.30 sore hari datanglah
kendaraan truk dari arah Manggarai, melalui
Gg. Kelor belok ke kanan ke depan Jembatan
Kereta Api Viaduct (Adek). Ketika itu pasukan
Sekutu hanya satu regu (sebanyak 9 orang
berikut sopir), sedangkan pasukan pejuang
berjumlah 50 anggota bersenjata lengkap,
yang merupakan gabungan dari pasukan
pemuda KRlS pirnpinan Palar, Rumagit dan
Yopi, pasu,kan pemuda Batak pimpinan
Hermanus Panggabean, Keristop Sitompul,
Sitohang, serta pasukan khusus pirnpinan Bang
Pi-ie dan ternan-ternan. Merekajuga mendapat
bantuan dari BKR/TKR daerah Jatinegara dan
pemuda pejuang Pisangan Lama.
Tembak-menembak terjadi setelah truk
mendekati tempat penghadangan. Pasukan musuh
pun mundur ke sebelah utara masuk ke
Batalyon xn. Persenjataan dapat dirampas oleh
pasukan pejuang. Pasukan khusus pejuang
Senen kembali ke Markas asalnya di Daerah
Kramat Pulo Gundul, melalui Jalan Kereta Api
dengan tergesa-gesa karena khawatir akan
datang pasukan bantuan musuhyang lebih besar.

Peristiwa penghadangan atau penyerangan oleh pasukan khusus pemuda pejuang di bawah pimpinan Bang Pi'ie di atas Jembatan Kereta Api Viaduct (Adek) Gg. Kelor Jatinegara sekitar tanggal 25 Oktober 1945. Sebenarnya sasaran utama ditujukan untuk pembersihan garong-garong yang dipimpin Koming dan kawan-kawannya di daerah Jatinegara. Namun setelah pasukan pejuang yang dipimpin Bang Pi'ie sampai di sana mereka telah melarikan diri ke Klender. Sepertinya rencana pembersihan ini telah diketahui sebelumnya. Sehingga sasaran dialihkan. Pasukan pejuang ini membawa persenjataan yang cukup lengkap seperti: 6 Brengun, 2 KM, 4 Stengun, 1 Houwen Thompson otomatis dan beberapa puluh karabijn Stije dan bom-bom rampasan dari pasukan Sekutu.

Tepat pukul 15.30 sore hari datanglah kendaraan truk dari arah Manggarai, melalui Gg. Kelor belok ke kanan ke depan Jembatan Kereta Api Viaduct (Adek). Ketika itu pasukan Sekutu hanya satu regu (sebanyak 9 orang berikut sopir), sedangkan pasukan pejuang berjumlah 50 anggota bersenjata lengkap, yang merupakan gabungan dari pasukan pemuda KRIS pimpinan Palar, Rumagit dan Yopi, pasukan pemuda Batak pimpinan Hermanus Panggabean, Keristop Sitompul, Sitohang, serta pasukan khusus pimpinan Bang Pi-ie dan teman-teman. Mereka juga mendapat bantuan dari BKR/TKR daerah Jatinegara dan pemuda pejuang Pisangan Lama.

Tembak-menembak terjadi setelah truk mendekati tempat penghadangan. Pasukan musuh pun mundur ke sebelah utara masuk ke Batalyon XII. Persenjataan dapat dirampas oleh pasukan pejuang. Pasukan khusus pejuang Senen kembali ke Markas asalnya di Daerah Kramat Pulo Gundul, melalui Jalan Kereta Api dengan tergesa-gesa karena khawatir akan datang pasukan bantuan musuh yang lebih besar.

 

 

Hits: 515

Paling Populer

 
 
© 1995 - 2010 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map