Kondisi trotoar di DKI mengkhawatirkan. Ini lantaran banyak trotoar yang tidak layak sehingga menganggu kenyamanan pejalan kaki. Tak hanya itu, trotoar banyak yang rusak karena ada sejumlah oknum yang mencuri konblok trotoar.
Di beberapa ruas, konblok yang dipasang memang harganya mahal. Ini membuat pemprov merugi. Akhirnya, anggaran untuk trotoar terbuang sia-sia. Oleh karena itu, untuk daerah-daerah rawan, tidak perlu dipasangi konblok yang mahal. Ini sekaligus untuk efisiensi anggaran.
Menyayangkan banyak trotoar yang beralih fungsi. PKL menggunakan sarana layanan publik tersebut dengan semena-mena. Oleh karena itu, berharap agar Satpol PP melakukan tindakan yang tegas kepada para PKL yang menggunakan badan trotoar untuk berjualan. Keberadaan mereka sudah merenggut hak pejalan kaki.
Selain itu, trotoar banyak rusak akibat tumbuhan yang ditanam di atasnya. Itu akibat pemilihan pohon yang salah.
Keberadaan tanaman tersebut, bukannya mempercantik malah membuat trotoar rusak akibat akarnya tumbuh besar dan menubruk konblok yang sudah terpasang.
Narasumber : Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto
- Menurutnya dinas Pertamanan dan Pemakaman sudah memilih sejumlah pohon dan tanaman yang cocok digunakan di trotoar. Namun terkadang ada sejumlah pohon yang salah tanam dan membuat trotoarn hancur.
- Seringnya pekerjaan kabel dan gorong-gorong di bawah trotoar dibongkar namun tidak dirapikan kembali. Ini membuat trotoar tidak nyaman dilalui dan estetikanya terganggu.
- Dinas Pertamanan dan Pemakaman saat ini gencar melakukan beautifikasi trotoar. Salah satunya dengan menempatkan sejumlah pot di sepanjang trotoar. Untuk itu kami pilih yang tidak menganggu kenyamanan masyarakat.
- Dinas Pertamanan pun akan menyambung trotoar yang terpisah akibat sejumlah bagiannya hancur.
- Menyatakan Dinas Pertamanan tahun ini fokus untuk merawat trotoar di sepanjang jalan Rasun Said hingga Gatot Subroto. Kami hanya bisa melakukan sebagian karena anggarannya terbatas.
Narasumber : Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Ery Baskoro
Sumber : Republika
Penulis : c09/c01