"Akan dilakukan revitalisasi kawasan bantaran sungai, karena itu wilayah yang tidak layak huni dan berbahaya," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Pitoyo Subandrio kepada Kompas.com, Jumat ( 5/2/2010 ), di Kantor BBWSCC, Jakarta. Ia mengatakan proyek penataan tersebut akan difokuskan pada bantaran kali Ciliwung wilayah Kampung Melayu, mulai dari Kalibata hingga Pintu Air Manggarai. "Saat ini sudah dibahas dalam rapat-rapat bersama sejumlah kementerian dan Pemprov DKI. Keppresnya juga akan diterbitkan dalam waktu dekat," ujarnya. Ia menjelaskan, penataan tersebut akan dilakukan dengan melakukan sudetan pada dua titik jalur sungai yang telalu memutar dan menghabiskan banyak lahan, yakni di kawasan Kebon Baru dan belakang RS Budi Asih Cililitan. Dengan sudetan lahan sepanjang 400 meter, kata Pitoyo, akan didapatkan lahan bebas yang bisa dimanfaatkan untuk pemukiman warga bantaran sungai. "Kita bisa dapatkan lahan sampai enam kali lipatnya. Di situ akan dibangun rusunawa bagi warga yang tinggal di bantaran sungai," urainya. Kawasan bekas sungai yang disudet tersebut, kata Pitoyo, memang direncanakan sebagai lahan pembangunan rumah susun sewa bagi warga yang tadinya menghuni bantaran sungai. Dengan proyek penataan tersebut, ucapnya, diharapkan kawasan Kampung Melayu sudah tertata dengan apik pada 2014 .
sumber : kompas.com


