Presiden Direktur Toshiba Digital Network Company Masaaki Oosumi mengakui, Toshiba tengah mengejar target menjadi 30 persen pada 2012, dari posisi 2009 yang hanya 10 persen pangsa pasar.
“Untuk itu, Toshiba akan memperluas produksi dan meningkatkan penjualan di negara berkembang,” kata Oosumi di sela peluncuran produksi televisi LCD Toshiba sebanyak 1,5 juta unit di Cikarang, Jawa Barat, 1 Februari 2010.
Oosumi menyebutkan, permintaan dunia akan produk televisi LCD pada 2010 akan mencapai 1,7 juta unit. Konsumsi terbesar dari negara yang tergabung dalam G-7 (Amerika Serikat, Jepang, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, dan Kanada), yakni sebanyak 60 persen.
Sementara, produksi televisi yang berpusat di Jepang dan Amerika Serikat, mencapai 90 persen dari total produksi global televisi.
Optimisme Toshiba ditanggapi wajar oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat. Menurutnya, peningkatan produksi elektronik di Indonesia akan terjadi seiring peningkatan permintaan.
“Daya beli masyarakat untuk produk elektronik naik 7 persen per tahun, jadi angka itu menjadi indikator kenaikan produksi industri elektronik,” kata Hidayat.
Saat ini, Hidayat menambahkan, Toshiba Corporation tengah berunding dengan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, bagi pasar ekspor di Asean dan Timur Tengah.
“Mereka merencanakan untuk membuat semuanya terpusat di Jakarta, tidak hanya elektronika tapi juga power station,” kata Hidayat. “Hal itu menandakan, Indonesia sudah mulai kompetitif,” ucapnya.
sumber : vivanews.com


