MoU Proyek Monorail Resmi Ditandatangani

MoU Proyek Monorail Resmi Ditandatangani

MOU monorelPembangunan proyek transportasi massal berbasis rel monorail di ibu kota resmi dilanjutkan. Sebanyak tujuh perusahaan yang turut serta di dalam konsorsium proyek PT Jakarta Monorail (JM), telah menandatangani perjanjian kerja sama tersebut di Balaikota DKI, Sabtu (29/6).  
 
Dalam PT Jakarta Monorel sendiri, Ortus Holdings Limited merupakan pemegang saham mayoritas. Sedangkan ketujuh perusahaan yang terlibat dalam konsorsium proyek monorail di antaranya Bangkok Mass Transportation System PCL, Singapore Technology Electronics, SMRT International Pte Ltd, PT Indosat Tbk, Changchun Railways Vehicles Co Ltd, China Communications Construction Co Ltd, dan TUV Rhineland Group.
 
Penadatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
 
Chairman Ortus Holdings Limited selaku pemegang saham mayoritas PT JM, Edward Soeryadjaya mengucapkan, terima kasih kepada Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, beserta Gubernur DKI, Joko Widodo, yang berperan besar di dalam melanjutkan proyek transportasi massal berbasis rel ini.
 
"Terima kasih untuk Bapak Hatta Rajasa dan Joko Widodo sehingga proyek monorail yang sempat terhenti tahun 2008 silam, dapat dilanjutkan kembali pembangunannya. Kami berkomitmen untuk mewujudkan monorail di Jakarta pada tahun 2016 mendatang," kata Edward, Sabtu (29/6).
 
Menko Perekonomian, Hatta Rajasa berharap, pada tahun 2016 mendatang, Jakarta sudah memiliki monorail dan disusul pembangunan MRT pada  tahun 2017 mendatang. "Saya berkeyakinan moda transportasi monorail akan terealisasi karena nama besar sejumlah perusahaan yang ikut serta menyelesaikan berstandar internasional serta memiliki keahlian yang tidak diragukan lagi,” ujarnya.
 
Hatta menuturkan monorail dibangun untuk memfasilitasi tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi umum. Kondisi ini berdasarkan data survei yang menyebutkan pergerakan orang di DKI Jakarta pada 2001 sekitar 32 juta orang. Angka tersebut meningkat menjadi 59 juta orang pada tahun 2010.
 
“Pergerakan masyarakat ke ibu kota didominasi penggunaan kendaraan bermotor pribadi sebagai moda transportasi. Sekitar 16 persen saja warga menggunakan moda transportasi umum,” tuturnya.
 
Melihat kondisi tersebut, lanjut Hatta, Jakarta membutuhkan moda transportasi massal yang nyaman dan aman di masa mendatang, sehingga kemacetan di ibu kota bisa terurai.
 
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menegaskan, pihaknya mendukung penuh percepatan pengerjaan proyek monorail jurusan Bekasi-Jakarta-Bandara Soekarno Hatta. Pria yang akrab disapa Jokowi ini meminta pengerjaan proyek tidak lebih dari tiga tahun. Dia juga menargetkan tahun ini bisa dimulai pembangunan proyek yang baru pertama kali ada di Indonesia tersebut.
 
"Kalau bisa jangan lebih dari 3 tahun. Kita optimis Jakarta akan mampu menyaingi ibu kota negara lain dalam menciptakan daerah aman bagi warga,” paparnya.
 
Jokowi juga telah mengintruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI untuk akan melakukan traffic management di sejumlah titik yang diperkirakan akan mengalami kemacetan saat pengerjaan proyek monorail berlangsung.
 
"Apapun hambatannya, proyek monorail mesti dilaksanakan. Nanti diselesaikan di lapangan apa saja hambatan yang ditemui,” tandasnya.
 
 
 
Reporter : folmer  
Sumber : beritajakarta.com