898 Tempat Hiburan Harus Tutup Selama Ramadhan

898 Tempat Hiburan Harus Tutup Selama Ramadhan

898 tempat hiburanPemprov DKI Jakarta akan menutup operasional sebanyak 898 tempat hiburan selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri. Tak hanya itu, pengawasan operasional industri hiburan juga akan dilakukan selama Ramadhan dengan mengerahkan ratusan personil dari berbagai instansi terkait.  
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, pihaknya akan mengerahkan 30 personil dibantu 100 personil Satpol PP, 25 personil dari unsur Sudin Pariwisata dan Kebudayaan di lima wilayah serta 5 personil dari asosiasi industri hiburan. "Dalam pengawasannya, kami juga akan dibantu petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres di lima wilayah DKI Jakarta," ujar Arie, di Hotel Twin Plaza, Jakarta Barat, Selasa (18/6).  
 
Ditegaskan Arie, sebanyak 898 tempat hiburan yang terdiri dari kelab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin keping jenis bola ketangkasan serta usaha bar yang berdiri sendiri dan yang melekat harus tutup selama bulan Ramadhan. Saat ini, kata Arie, terdapat sekitar 1.799 tempat hiburan yang tersebar di wilayah DKI Jakarta.   
 
Sementara itu, tempat hiburan yang diatur jam operasionalnya ada 540 tempat atau sebesar 30 persen dari total jumlah tempat hiburan di Jakarta. Sisanya, 20 persen atau sekitar 361 tempat hiburan diperbolehkan tetap buka selama Ramadhan. 
 
Untuk jam operasional tempat hiburan yang boleh buka seperti, karaoke dan musik hidup, serta bola sodok akan berlaku dari pukul 20.30 hingga pukul 01.30. Aturan tersebut juga membatasi penyelenggaraan hiburan di tempat-tempat seperti disebut di atas yang berada di hotel berbintang. Industri pariwisata yang diperbolehkan buka sepenuhnya meliputi hotel, penginapan, restoran, bioskop, golf, dan tempat rekreasi.
 
Adapun tempat hiburan yang diizinkan tetap buka selama Ramadhan yakni, usaha akomodasi seperti hotel, motel, losmen, resort, penginapan remaja, hunian wisata, caravan, pondok wisata, dan wisma. Lalu, usaha penyediaan makan dan minum seperti restoran, pusat jajan, jasa boga dan bakeri. "Usaha tersebut boleh tetap buka selama Ramadan karena merupakan usaha jasa pariwisata berupa agen perjalanan, pramuwisata, konsultasi, informasi, manajemen hotel, ruang pertemuan dan lainnya," kata Arie.
 
Pada kesempatan itu, Arie juga menjamin tidak akan terjadi aksi sweeping oleh ormas terhadap tempat hiburan. Sebab, pihaknya juga telah menyosialisasikan untuk menjaga ketenangan selama Ramadhan. "Sweeping tidak akan terjadi. Sebab, selain adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian, kami juga telah menyosialisasikan hal ini pada seluruh ormas untuk menjaga ketenangan selama Ramadhan," ucapnya. 
 
Tahun lalu, kata Arie, pihaknya menindak tujuh usaha hiburan yang melakukan pelanggaran dengan salah satu diantaranya dilakukan segel. "Pengaturan tersebut kami lakukan demi menjaga kesucian selama bulan Ramadhan. Dan mudah-mudahan untuk tahun ini berjalan lancar. Tapi bila ada yang nakal tetap akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," tandasnya. 
 
 
 
Reporter : moan  
Sumber : beritajakarta.com