Walikota Jakbar dan Jaksel Dilantik Pekan Depan

Walikota Jakbar dan Jaksel Dilantik Pekan Depan

 

walikota jakbar jakselKekosongan jabatan Walikota Jakarta Barat dan Jakarta Selatan segera terisi. Rencananya, pekan depan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan melantik dua pejabat eselon II untuk mengisi dua posisi tersebut. 
 
"Minggu depan, Walikota Jakarta Selatan dan Jakarta Barat  sudah bisa lantik. Harinya bisa Senin, Selasa, Rabu atau Kamis. Pokoknya minggu depan," kata Jokowi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Jumat (10/5).
 
Dua pejabat eselon II yang akan dilantik tersebut adalah Syamsuddin Noor yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Selatan menjadi Walikota Jakarta Selatan. Kemudian Fatahillah yang menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Pusat menjadi Walikota Jakarta Barat. Dua nama tersebut merupakan hasil rekomendasi dari DPRD DKI Jakarta.
 
Jokowi mengatakan hasil rekomendasi dari DPRD DKI Jakarta terkait dengan dua nama pejabat walikota yang kosong telah diterima tiga hari lalu. "Setelah surat jawaban rekomendasi dari DPRD turun tiga hari lalu, Pak Fatahillah dan Pak Syam tunggu waktu untuk kita lantik," katanya.
 
Seperti diketahui, lebih dari 3 bulan terakhir jabatan Walikota Jakarta Barat dan Jakarta Selatan mengalami kekosongan. Di Jakarta Selatan pejabat semula telah dimutasi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah. Sementara Walikota Jakarta Barat sebelumnya Burhanuddin, mengundurkan diri karena akan mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD dari Partai Gerindra.
 
Kini posisi mereka dijabat Plt. Syamsudin Noor saat ini menjabat sebagai Plt Walikota Jakarta Selatan, sedangkan Sylviana Murni sebagai Plt Walikota Jakarta Barat.
 
Lamanya penetapan untuk kedua jabatan tersebut karena lambannya hasil rekomendasi dari DPRD. Jokowi sendiri mengaku sebenarnya ia bisa saja langsung menunjuk Walikota kemudian melantiknya tanpa harus mengajukan permohonan rekomendasi dari DPRD DKI Jakarta, namun karena alasan etika politik, Jokowi tak melakukan hal tersebut. "Sebenarnya rekomendasi DPRD tidak diperlukan apabila mendesak. Tapi kita kan jaga hubungan. Karena itu kita serahkan surat kedua," tegasnya.
 
 
 
Reporter: erna
Sumber: beritajakarta.com