Daerah Kumuh Akan Dihapus dengan Perbanyak Rusun

Daerah Kumuh Akan Dihapus dengan Perbanyak Rusun

 

perbanyak rusun dkiPemukiman kumuh di Jakarta tidak hanya identik dengan pola hidup tidak sehat, tapi juga sangat rawan dengan aksi kejahatan. Bahkan sejumlah perkampungan kumuh di ibu kota kerap menjadi tempat persembunyian para pelaku tindak kejahatan. Pemprov DKI pun berupaya menghapus daerah kumuh, salah satunya dengan memperbanyak rumah susun (rusun). Dengan menyediakan rusun yang layak, diharapkan pemukiman kumuh akan hilang tanpa perlu adanya kekerasan dan penggusuran.
 
"Kami saat ini konsen bagaimana membersihkan pemukiman kumuh tanpa penggusuran. Ya, caranya meminta warga tinggal di rumah susun," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam sebuah kegiatan di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (13/4).
 
Ia menegaskan, Pemerintah DKI terus berupaya meningkatkan perekonomian warga ibu kota. Sebab, tingkat ekonomi yang rendah akan memicu tingginya angka kejahatan.
 
"Permasalahan yang terjadi di Jakarta saat ini soal tingkat ekonomi masyarakat yang rendah, sehingga rawan terjadi tindak kejahatan. Bila angka ekonomi tinggi, pastinya tidak ada kejahatan," jelasnya.
 
Untuk itu, lanjut Basuki, Pemprov DKI saat ini berupaya menata pemukiman warga di Jakarta. Termasuk dengan mengubah pola pembangunan dengan memperbanyak ratusan gedung rumah susun (rusun) di ibu kota.
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pembangunan empat gedung rusun di Jakarta setiap tahun selama ini dinilai tidak efektif menyelesaikan permasalahan bagi masyarakat.
 
“Kita mau konsentrasi ke sisi perumahan dengan merencanakan membangun 100 hingga 300 rusun di tahun mendatang. Saya tidak mau bangun rusun hanya empat gedung karena tidak ada efek yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Jokowi, Selasa (9/4) lalu.
 
Ia mengatakan, pembangunan ratusan gedung rusun tersebut nantinya akan dipusatkan di dua tempat dengan konsep matang disertai pengawasan ketat. .
 
“Pembangunan ratusan gedung rusun dalam setahun merupakan persoalan gampang. Kita punya anggaran besar sehingga hasil akhir pembangunan yang dirasakan harus terlihat bermanfaat untuk warga,” ujarnya.
 
Jokowi mengakui, Pemprov DKI hingga saat ini masih menghitung terkait rencana pembangunan ratusan gedung rusun tersebut. “Biaya membangun satu gedung rusun kira-kira Rp 18 miliar. Jadi kalau kita merencanakan akan membangun 300 rusun, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 5 triliun,” ucapnya.  
 
 
 
Reporter : folmer
Sumber : beritajakarta.com