www.jakarta.go.id

Penerapan ERP, DKI Akan Gandeng BI

Penerapan ERP, DKI Akan Gandeng BI

Tilang ERPPemprov DKI Jakarta siap bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk penerapan kebijakan Electronic Road Pricing (ERP). Nantinya, agar bisa melintas di jalur berbayar atau berlaku ERP, maka warga harus terlebih dahulu menjadi nasabah bank yang akan ditunjuk BI dan Pemprov DKI.
 
"Nanti kita punya On Board Unit (OBU) yang sistemnya menggunakan satelit. OBU ini tidak ada fisiknya hanya langsung potong uangnya di bank, karena itu kita harus kerjasama dengan Bank Indonesia," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota (27/3).
 
Dikatakan Basuki, sebelumnya para pengendara mobil harus menjadi nasabah bank yang ditunjuk sebagai rekanan kerjasama dalam pelaksanaan ERP. Rencananya, Pemprov DKI akan melakukan pembicaraan lebih dahulu dengan lima bank yang telah menjalin kerjasama dalam e-ticketing bus Transjakarta yakni, BRI, BNI, BCA, Bank Mandiri, dan Bank DKI. 
 
"Kita akan kumpulkan lima bank dan bikin konsorsium, lalu kita tawarkan kepada mereka konsepnya apa. Saya sudah laporkan mengenai hal ini ke Pak Gubernur. Jadi seperti kartu kredit," tuturnya.
 
Ditambahkan Basuki, kartu kredit yang dimaksud tentu bukan seperti kartu kredit pada umumnya. Karena pemilik mobil harus memasukkan uangnya dahulu dalam rekening di bank. "Kalau kartu kredit biasa kan tidak ada uangnya, sedangkan kartu kredit kita mesti simpan uang dulu. Setiap bank yang potong transaksi, akan dapat fee dari kita," kata Basuki.
 
Sejauh ini, sambungnya, rencananya ERP akan diterapkan di jalan-jalan protokol ibu kota. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan jika ada investasi lain, maka akan ada penambahan jalan untuk penerapan ERP. 
 
Nantinya, tambah Basuki, selah menjadi nasabah, pemilik kendaraan mendapatkan alat pendeteksi yang bisa tersensor oleh Electronic Registration and Identification (ERI). "Jadi kita punya pengenal, ringan ukurannya. Mau disimpan di mobil atau dikantongin bisa juga, harus dibawa. Kalau tidak nanti akan difoto, tilang, dan uang di rekening Anda dipotong," tandasnya.
 
 
 
Reporter: rio
Sumber : Beritajakarta.com