Gubernur Jamin Harga Beras Stabil

Gubernur Jamin Harga Beras Stabil

Gubernur Jamin Harga BerasGubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menjamin kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhitung mulai 1 April mendatang tidak akan berpengaruh signifikan terhadap harga beras. Selain karena saat ini petani di daerah tengah panen raya, juga akibat stok beras masih mencukupi.

Bahkan orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI Jakarta itu optimis kalau harga beras dapat terus dikendalikan. Buktinya, saat kondisi terburuk sekalipun, yakni pada bulan November hingga Februari, dimana para petani mengalami gagal panen hingga menyebabkan stok beras berkurang, harga beras masih dapat dikendalikan.

Saat ini, kata Fauzi Bowo, stok beras di Pasar Induk Cipinang cukup aman dan harganya pun stabil. Karena itu, ia meminta pada para pedagang beras untuk terus meningkatkan kerja sama menjaga kestabilan harga beras. Terlebih saat ini, Pasar Induk Beras Cipinang merupakan barometer bagi pasar-pasar yang ada di ibu kota dan sekitarnya.

"Saya berharap pedagang semua ikhlas meningkatkan kerja sama dalam mengamankan stok pangan, tidak mengambil keuntungan semata. Saya juga berharap harga beras di Jakarta tidak terlalu bermasalah, sekalipun pada 1 April nanti BBM akan naik. Prinsipnya saat ini harga beras bisa dikendalikan dengan baik," kata Fauzi Bowo, saat melakukan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (16/3). Sidak ini untuk melihat secara langsung pergerakan distribusi dan harga beras guna mengantisipasi agar tidak terjadi gejolak harga menjelang dan paska kenaikan harga BBM mulai 1 April mendatang.

Ketua DPD Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soekidi, mengatakan, saat ini para petani tengah panen raya. Sehingga dipastikan harga beras tetap stabil. Untuk mencegah anjloknya harga beras, pihaknya telah meminta pada Perum Bulog agar operasi pasar (OP) distop mulai 1 Maret lalu. OP sebelumnya digelar selama empat bulan, mulai November-Februari lalu guna menekan kenaikan harga beras, saat terjadi musim paceklik. Di mana petani banyak yang gagal panen hingga menyebabkan pasokan beras berkurang.

"Saat ini kami jamin tidak ada kenaikan harga beras. Kalaupun potensi kenaikan itu ada, persentasenya sangat kecil, hanya 0,04 persen per kilogram. Namun untuk 1-3 bulan ini, dipastikan harga beras tidak naik," ujarnya.

Saat ini pasokan beras ke Pasar Induk Cipinang mencapai 2.500-3.000 ton per hari. Pada bulan lalu, pasokannya sekitar 2.100-2.500 ton per hari. Stok beras yang ada ini cukup untuk kebutuhan selama sepekan ke depan.

Sementara, pemilik Kios Beras Sinar Jaya, Harsono Rusli atau akrab disapa Ayong, mengatakan, para pedagang tidak merasa risau dengan adanya rencana kenaikan harga BBM. Terlebih saat ini petani tengah panen raya selama tiga bulan ke depan. Ia menyebutkan, jika dibandingkan bulan lalu, sebenarnya harga beras itu mengalami penurunan.

Misalnya, beras jenis IR I saat ini Rp 7.500 per kilogram, sebelumnya mencapai Rp 8.000 per kilogram. Kemudian IR II Rp 7.000 per kilogram, sebelumnya mencapai Rp 7.600 per kilogram. Selain itu, IR III, saat ini harganya Rp 6.750 per kilogram, bulan lalu harganya mencapai Rp 7.300 per kilogram.

Sedangkan beras merah, saat ini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Semula harganya hanya Rp 9.500 per kilogram, kini naik menjadi Rp 12.500 per kilogram. Demikian halnya beras Ketan Hitam, naik dari Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 13.500 per kilogram.

"Saat ini pasokan beras terbanyak dengan kualitas sangat bagus, berasal dari daerah Jawa Barat. Seperti Karawang, Indramayu, dan Subang. Setiap hari kios kami menerima pasokan beras sebanyak 20 ton. Mengenai adanya kenaikan harga beras merah dan ketan hitam itu karena memang pasokan dan stoknya sedikit," tuturnya.

 

Reporter : nurito

Sumber : beritajakarta.com