PPDB Bisa Daftar Langsung ke Sekolah

PPDB Bisa Daftar Langsung ke Sekolah

Meski Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta telah membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SD reguler dengan sistem online, namun bagi calon peserta didik juga diberikan kesempatan untuk mendaftar secara langsung ke sekolah tujuan mulai tanggal 15 Juni mendatang. Adapun tujuan dibukanya pendaftaran secara langsung, untuk mengatasi kesalahan pendaftaran yang dilakukan calon siswa pada tahap pertama. Meski begitu, seluruh data pendaftar akan di-input ke website PPDB online.

Zainudin, Kepala SDN Malakajaya 06 Pagi, Durensawit, mengatakan, pada tanggal 15 Juni mendatang pihak sekolah diberikan kesempatan untuk menerima pendaftaran secara langsung. Namun data calon peserta didik ini akan tetap di-input ke website PPDB. Saat ini, pihak sekolah tengah mempersiapkan untuk tahap pendaftaran langsung dan verifikasi

”Jadi, tanggal 15 Juni nanti kami juga buka pendaftaran secara langsung. Tentunya kami akan siapkan dua loket, pertama untuk menerima calon peserta yang telah membawa hasil print out PPDB online dan loket kedua untuk calon peserta yang belum mendaftar secara online dan datanya akan kami masukan dalam website PPDB,” ujar Zainudin.

Tahun ini, dikatakan Zainudin, SDN Malakajaya 06 Pagi akan menerima siswa baru sebanyak 80 anak, mereka akan terbagi dalam dua kelas. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2010 lalu yang hanya menerima 40 siswa.

Kepala Bidang Pendidikan SD Disdik DKI Jakarta, Septi Novida mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala yang dihadapi dalam PPDB online. Hanya saja, ada sejumlah orangtua calon murid yang memprotes kebijakan tersebut. Utamanya, yang anaknya berusia di bawah enam tahun. Sistem online ini memang telah diprotek sehingga peserta yang usianya belum genap enam tahun tidak akan terakses melalui internet.

”Ada saja orangtua calon murid yang datang ke kantor kami, memprotes karena anaknya tidak dapat ikut mendaftar. Kebijakan ini tidak bisa diganggu gugat. Selama usianya belum genap enam tahun, ya pasti tidak diterima,” paparnya.

Sejatinya, Disdik DKI Jakarta telah memfasilitasi anak yang usianya belum genap enam tahun, agar mendaftar di sekolah SSN (sekolah standar nasional) dan RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional). Di dua jenis sekolah ini memang pendaftarannya secara manual sehingga calon siswa yang usianya belum genap enam tahun masih dapat diterima. Namun dengan catatan, calon siswa ini sudah bisa membaca atau memiliki kelebihan lainnya. Kemudian calon siswa itu didampingi oleh psikolog yang terdaftar dalam Asosiasi Psikolog Indonesia.

”Kalau di sekolah reguler, usianya belum genap enam tahun tentu akan ditolak. Untuk itu disiapkan ke sekolah SSN dan RSBI untuk menampungnya, kalau tidak terima juga ya silakan cari ke sekolah swasta dan jika sabar, silakan mendaftar pada tahun berikutnya,” kata Novida.

 
Reporter: nurito
Sumber : beritajakarta.com