www.jakarta.go.id

Ribuan Peserta Meriahkan Lomba Gerak Jalan Tradisional

Ribuan Peserta Meriahkan Lomba Gerak Jalan Tradisional

Sekitar 4.000 peserta ambil bagian memeriahkan Lomba Gerak Jalan Tradisional Bogor-Jakarta ke-30, yang  finish di Balaikota, DKI Jakarta, Minggu (12/12) pagi. Sebelum menempuh jarak puluhan kilometer, Sabtu, (11/12) kemarin para peserta start di halaman Gelanggang Olahraga Padjajaran, Bogor, Jawa Barat. Setibanya di Balaikota, para peserta langsung disambut Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo yang disusul kemudian dengan pengumuman pemenang lomba yang terbagi dalam kategori, kelompok beregu pelajar, remaja, umum serta beregu TNI-Polri.

Menariknya, kegiatan ini ternyata juga diikuti oleh Sudiono, kakek berusia 82 tahun yang dengan semangat berhasil menyelesaikan jalannya lomba hingga finish di Balikota. Atas keikutsertaannya itu, kakek yang telah memiliki empat orang cucu dan delapan cicit ini berhasil keluar sebagai juara favorit sekaligus menjadi peserta tertua Lomba Gerak Jalan Tradisional Bogor-Jakarta 2010. Selain raihan prestasi yang baru diraihnya itu, Sudiono juga mengaku pernah meraih penghargaan sebagai pendaki tertua dari berbagai perkumkpulan atau organisasi pecinta alam di Indonesia.

“Kalau masih diberi kesehatan, tahun depan saya akan ikut lagi lomba gerak jalan ini. Sekaligus memberikan motivasi kepada yang lainnya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, persahabatan, persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Sudiono yang juga purnawirawan TNI itu saat ditemui di Balaikota, Minggu (12/12).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan pesannya kepada masyarakat dan peserta lomba khususnya, agar dapat mengikuti semangat yang dilakukan Sudiono. Dirinya berharap, kegiatan ini nantinya juga dapat diikuti lebih banyak lagi warga Jakarta. Terlebih, dalam penyelenggaraannya tahun ini, jalannya lomba juga diikuti peserta dari luar Jakarta seperti, dari Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Jawa Barat dan daerah lainnya di Indonesia.

Selain berbiaya murah, diungkapkan Bang Fauzi, sapaan akrabnya, lomba ini merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berkorban untuk bangsa dan Negara Indonesia. “Dengan menghayati nilai-nilai perjuangan dan menghargai jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya, tentu akan lebih memacu semangat bagi generasi penerus dan pewaris masa depan bangsa untuk ikut ambil bagian dalam lomba gerak jalan ini pada tahun-tahun berikutnya,” tandas Bang Fauzi.

Sumber : beritajakarta.com