Taman Lansia Langsat Bukan Komersial

Taman Lansia Langsat Bukan Komersial

Memasuki usianya yang ke-483, DKI Jakarta memberi kado istimewa bagi warganya. Ya, kado itu berupa taman yang dipersembahkan bagi warga Jakarta khususnya bagi mereka yang berusia lanjut. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo akhirnya meresmikan Taman Lansia Langsat seluas 3,5 hektar itu, Minggu (13/6). Nantinya taman yang terletak di Jalan Langsat, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, akan ditunjang dengan berbagai fasilitas yang aman digunakan oleh para lanjut usia (lansia) seperti joging track sepanjang 800 meter serta bebatuan refleksi.

Fauzi Bowo mengatakan, sebelum diresmikan banyak pihak yang menginginkan perubahan taman tersebut untuk dijadikan tempat atau taman komersial. Namun, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta mempertegas komitmennya untuk menjadikan dan lebih memilih mengubahnya menjadi Taman Lansia. Untuk itu, ia menegaskan setelah peresmian ini, tidak ada lagi peluang untuk mengubah Taman Lansia untuk kepentingan komersial. "Tidak ada lagi peluang untuk mengubah taman ini," tegas Fauzi Bowo, saat meresmikan Taman Lansia, Minggu (13/6) sore.

Untuk itu, Fauzi meminta kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta agar menjaga dan merawat taman yang baru diresmikannya itu dengan baik. Karena usia harapan hidup masyarakat akan bertambah, yang berarti jumlah lansia ke depan juga akan semakin banyak. "Meresmikan sesuatu itu sangat mudah tetapi untuk merawat dan menjaganya jauh lebih sulit," kata Fauzi Bowo.

Orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI Jakarta itu juga  berjanji fasilitas umum yang ditujukan bagi para lansia akan terus diakomodir. Agar para lansia juga dapat menikmati fasilitas umum yang ada. Karena banyak taman yang bersahabat tetapi belum tentu cocok dengan lansia, sehingga akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi lansia. "Kita akan terus membuat fasilitas publik yang ramah lingkungan, tidak hanya untuk umum tetapi juga para lansia," ujar Fauzi Bowo.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Chatarina Suryowati berharap, masyarakat Jakarta dan lansia pada khususnya dapat memanfaatkan taman tersebut sebagai salah satu sarana interaksi sosial antar masyarakat. "Kita telah melakukan kajian terhadap taman ini. Selain luas yang memadai beberapa item-nya juga cukup memadai," jelasnya.

Untuk mewujudkan Taman Lansia ini, pihaknya bekerja sama dengan pihak swasta. Dalam hal ini, Bakrieland dalam program CSR-nya bersedia melakukan penataan dan pemeliharaan terhadap taman. "Kita sosialisasikan kepada beberapa perusahaan swasta juga," tambahnya.

Presiden Direktur dan CEO Bakrieland, Hiramsyah S Thaib, menuturkan, pihaknya merasa bangga bisa bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta yang sejalan dengan program CSR dari Bakrieland yakni menjaga kelestarian lingkungan. Setelah peresmian Taman Lansia, pihaknya akan mendesain taman tersebut dalam jangka waktu dua bulan. Sedangkan tahap pelaksanaannya akan berjalan kurang lebih 6 bulan setelah desain selesai. "Harus ada desain khusus, karena lansia membutuhkan fasilitas yang berbeda, agar faktor keamanannya terjamin. Selain itu juga disediakan tempat untuk bersilaturahmi dan beristirahat," jelasnya.

Kepala Sudin Pariwisata Jakarta Selatan, AZ Harahap, mengatakan, sebelumnya sebanyak 15 pasang finalis Abang dan None Jakarta Selatan 2010, juga ikut berkontribusi melakukan perawatan terhadap Taman Lansia ini. "Mereka melakukan aksi bersih-bersih sebelum taman ini diresmikan," ujar AZ Harahap.
sumber : beritajakarta.com