www.jakarta.go.id

Jakpus Akan Hijaukan Seluruh Sekolah

Jakpus Akan Hijaukan Seluruh Sekolah

Rencana ini ternyata mendapat dukungan besar dari Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat (Sudin Dikmen Jakpus) yang telah mengajak kepala sekolah melihat perkebunan percontohan terpadu di Bekasi, Jawa Barat. Jika rencana ini berjalan sukses, diharapkan Jakpus menjadi kotamadya yang bisa melakukan swasembada sayur-mayur.


Rencana ini bukan tak mungkin bisa dilakukan jika mendapat dukungan semua pihak. Apalagi sebelumnya, seluruh siswa sudah diajak melakukan komposting terhadap sampah di lingkungan sekolah. Kompos yang dihasilkan bisa digunakan sebagai penyubur tanaman sayuran yang sudah ditanam. Terobosan baru ini sengaja diciptakan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni dengan maksud agar seluruh siswa mengenal dan cinta akan penghijauan.

Lebih dari itu, siswa juga dapat bercocok tanam di sekolahnya masing-masing walau dilakukan di pot bunga. “Saya terobsesi agar Jakarta Pusat nantinya bisa melakukan swasembada sayuran. Warga tak perlu pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sayur, akan tetapi cukup dari sekolah-sekolah,” papar Sylvi, saat mencanangkan program penghijauan sekolah yang diberi nama “green school," di SMK 14 Johar Baru, Rabu (22/7) siang.

Rupanya seruan penghijauan ini tidak hanya berlaku di lingkungan sekolah. Para camat dan lurah, juga diimbau agar segera mengajak warganya untuk bercocok tanam sayuran di pekarangan rumahnya masing-masing. Menurutnya, melalui program green school, para siswa mendapatkan ilmu ganda. Selain pendidikan akademik dan formal, mereka juga mendapatkan pengetahuan di bidang pertanian. Ke depan ia berharap, hasil tanam para siswa ini dapat dipanen dan dijual ke masyarakat.

Penghijauan dengan jenis sayuran yang diterapkan di sekolah, tak perlu memakan lahan banyak karena cukup dilakukan di pot bunga atau di pekarangan rumah. Karena semua jenis sayuran termasuk tanaman padi bisa tumbuh subur dalam pot. Atau bisa menggunakan tehnik vertikultur, yaitu sayuran ditanam dengan cara disusun bertingkat.

Sementara, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Pusat, Ratiyono mengatakan, saat ini jumlah SMA dan SMK termasuk negeri dan swasta di wilayahnya berjumlah 136 sekolah (71 SMK dan 65 SMA). Ia sendiri mengaku telah mengajak para kepala sekolah melakukan pengamatan dan studi di perkebunan percontohan terpadu di Bekasi, Jawa Barat. Pengetahuan ini diharapkan dapat dikembangkan dalam program green school di lingkungan sekolah masing-masing.

Bahkan saat ini sejumlah sekolah telah memulai menanggulangi sampai sistim komposting. Ke depan seluruh sekolah akan disulap menjadi green school. Karena selain untuk mendukung program pemerintah dalam penghijauan juga sebagai modal agar sekolah tersebut ditingkatkan statusnya menjadi sekolah berstandar internasional. “Salah satu syarat menjadi sekolah berstandar internasional adalah sekolah itu harus green school,” lanjut Ratiyono.

Sementara, Kepala SMKN 14, M Tayib mengatakan, untuk menjadikan sekolah yang dipimpinnya mendapat predikat green school, pihaknya mempersiapkannya sejak beberapa tahun lalu. Bahkan sebelum ada istilah green school, SMK yang dihuni oleh sekitar 874 siswa ini pada tahun 2007 telah menjadi juara K3 (kedisiplinan, keindahan, dan ketertiban) tingkat DKI Jakarta. “Kami memang telah menjadikan sekolah ini sebagai sekolah sehat dan sekolah hijau sejak beberapa tahun lalu,” terangnya.

 

sumber : beritajakarta.com