Beranda Ensiklopedi

Topik Terkait

 
 

Harun Rasyid

Share

Seniman sambrah, yang akrab dipanggil Ayung. Lahir di Kwitang Jakarta, 22 Januari 1922, dari keluarga sederhana Ashari-Saodah. Menempuh pendidikan di Schakkel School (Sekolah Lanjutan SR) dan Madrasah Unwanul Falah 6 tahun di Kwitang. Menikah dengan Hasanah dan di karuniai delapan orang anak. Sejak kecil gemar nonton pertunjukkan sambrah dan keroncong. Secara resmi belaj ar seni sambrah dari pamannya, Usman dari Tanah Tinggi. Di masa revolusi ikut berjuang dalam kesatuan Siliwangi, hingga berpangkat Letnan. Sejak tahun 1950-an, ia mulai mendalami not balok pada seorang anak buahnya Kopral Ampo. Kemudian mengikuti kursus pada Menir Bosch, mengambil spesialisasi instrumen musik accordion. Selama dua tahun lebih ia mempelajari musik sambrah. Selain itu menjadi anggota group Sambrah "Azzaman" yang dipimpin oleh Tabrani.

Lagu-lagu yang dikuasainya, Burung Putih, Sunting Melati dan Serawak. Setelah itu ia pun bergabung dengan musik Keroncong Cahaya Kwitang yang dipirnpin oleh Kong WieYang atau lebih dikenal Babah Hidup. Pada tahun 1950 ia mendirikan sebuah group musik Orkes Poetra Indonesi' di daerah Paseban. Orkes ini tidak hanya menampilkan lagu keroncong saja, tapi Melayu dan pop. Tahun 1959-1960, bergabung dengan orkes Sangkakala pimpinan Said KeJana di Salemba Tengah. Tahun 1960-1963 ia pun masuk grup musik sandiwara Ratu Asia pimpinan Syamsudin Syafi'i di Cipete. Cerita yang pernah dipentaskan diantaranya Perang Padri  dan Cut Nyak Dien. Tanggal 17 Oktober J985 ia mendirikan Sanggar Betawi cabang Jakarta Pusat serta "Sambrah Betawi" yang sebenarnya sudah didirikan sejak tahun 1977.

Kesenian Sambrah Betawi dibakukan Hartini bersama Soekamo tahun 1986, dalam perkembangannya Sanggar
Betawi memiliki sembilan grup seni, yaitu: Sambrah,' Keroncong, Teater, Gambang Kromong, Lenong, Vokal Group, Rebana Ketimpring, Rebana Kasidah, dan Lawak. Penghargaan yang pernah diterimanya: Tanda Jasa KepaWawanan Bintang Gerilya Pembela Kemerdekaan dari Ir. Soekarno (10 November 1958); dari Walikota Jakarta Pusat Edy Jajang dalam rangka partisipasinya "KB melalui Seni Sambrah" (11 Maret 1977); serta dari Gubernur Tjokropranolo, dalam Pengabdian Memajukan Seni (6 Agustus 1980).

Hits: 1221
Harun Rasyid

Paling Populer