Beranda Ensiklopedi

Topik Terkait

 
 

Dede Eri Supria

Share

Lahir di Jakarta, 29 Januari 1956. Seorang pelukis hiper-realis yang dalam karya-karyanya selalu mengangkat potret kehidupan kaum urban, terutama yang tertindas di tengah hiruk.pikuk kemajuan kota besar, khususnya Jakarta. Karya-karya Dede menunjukkan ketepatan optik yang membuat lukisannya tampak seperti potret dan terasa khas karena simbolismenya yang surrealistik. Sejak kecil sudah memperlihatkan minat besar kepada menggambar, sehingga kurang memperhatikan pelajaran-pelajaran lain di sekolah. Dede diperkenalkan bibinya kepada Pak Ooq (Dukut Hendratnoto) untuk belajar melukis.

Bibinya pula yang mengirimkannya belajar di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Yogyakarta. Namun sekolahnya putus di tengah jalan, lantaran dia cenderung Deddy Mizwar Istana melukis dengan reslistis, padahal aliran itu sudah dianggap ketinggalan zaman pada waktu itu. Namun semangat melukisnya tak kunjung padam, tahun 1976 Dede bergabung dengan lima mahasiswa ASRI mengadakan pameran kelililing bertajuk Seni Kepribadian Apa di Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta. Pameran ini seakan-akan menggugat para pelukis mapan yang ketika itu sibuk berpolemik tentang kepribadian Indonesia dalam seni lukis. Setahun kemudian dia bergabung dengan Kelompok Seni Rupa Baru yang juga bertujuan mengguncang kemapanan. Sejak 1978, Dede selalu ikut dalam Biennale Pelukis Muda Indonesia di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pameran tunggalnya yang pertama diadakan di TIM pada 1979, yang terus diselenggarakan secara berkala. Dede juga aktif berpameran bersama, pameran keliling negara ASEAN dan Eropa, antara lain: The Third Asian Art Show di Fukuoka, Festival Art dalam rangka KIAS di Amerika. Asia Pasific Trienalle di Brisbane, Australia.

Sederet penghargaan telah diraih Dede atas prestasinya, antara lain: The General Award for the Arts dari The Society for American-Indonesian Friendship (1978), Hadiah Lukisan Terbaik dalam Biennale yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ, 1981), Anugerah Adam Malik (1986), Affandi Award (1993), dan Hadiah Pertama The Philip Morris Indonesian Arts Award (1997). Atas prestasinya, ia juga pernah diundang pemerintah Amerika Serikat (1981) dan Republik Rakyat China (1996) mengunjungi negeri tersebut.

Hits: 2306
Lukisan Etos Kerja karya Dede Eri Supria

Paling Populer