Beranda Ensiklopedi

Topik Terkait

 
 

Ikada, Rapat Raksasa

Share

Peristiwa penting pada tanggal 19 September 1945, berupa rapat raksasa di Lapangan Ikada, sekarang jadi Lapangan Monas. Pada waktu itu pemerintah RI berkeinginan menyampaikan ke hadapan khalayak ramai dan dunia luar bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta di Pegangsaan Timur 56 tanggal 17 Agustus 1945, merupakan kehendak seluruh bangsa Indonesia. Diikuti oleh puluhan ribu massa dari Jakarta dan sekitarnya. Ternyata kegiatan yang dilakukan tanggal 19 September 1945 itu tercium oleh Pemerintah Jepang, sehingga pada malam tanggal 18-19 September 1945, di jalan-jalan raya di seluruh kota telah hilir mudik mobil-mobil, tank, panser yang menyerukan pengumuman bahwa rapat raksasa itu dilarang demi ketertiban dan ketenangan umum. Meski dihalangi oleh tentara Jepang yang terikat tugas dari Sekutu untuk menjaga status quo, tetap akan dilaksanakan meski menghadapi segala akibatnya.

Mendengar reaksi tentara Jepang tersebut, Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Jakarta, walikota, BKR, badan-badan
yang ada, serta pemuda-pemuda saling musyawarah dan keputusan yang diambil tidak dapat ditawar-tawar lagi walau dihalang-halangi dan dilarang oleh Jepang bersepakat untuk meneruskan rapat. Pembagian tugas segera diatur dengan lebih sempurna. Para pemuda diserahi untuk melakukan pengamanan kota bersama BKR di bawah pimpinan Moeffreni Moe'min. Sejak pukul 10.00 WIB rakyat berduyun-duyun datang dari segala penjuru secara terorganisir. Mereka terdiri dari badan-badan perjuangan yang ada seperti BKR Jakarta, Barisan Pelopor, Barisan Banteng, Barisan Hisbullah dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), dan lain-lain. Sesuai dengan petunjuk pimpinan untuk segera bubar setelah rapat usai, rakyat tetap berusaha tenang meski sakit hati dengan perlakuan Jepang yang merampas semua senjata tajam dibawa oleh rakyat.

Hits: 3130

Paling Populer