Beranda Ensiklopedi

Topik Terkait

 
 

Cikini, Kebun Binatang

Share

Kebun binatang yang semula merupakan perkumpulan penyayang flora dan fauna di Jakarta. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda bernama Vereneging Planten en Dierentuin et Batavia. Perkumpulan Pecinta Flora dan Fauna tersebut dirintis pada bulan September 1864. Tempat yang disediakan seluas 10 hektar di Cikini yang sekarang menjadi Pusat kebudayaan dan Kesenian Taman Ismail Marzuki. Dari Cikini, kebun binatang ini dipindah ke daerah Ragunan, Pasar Minggu.

Menurut tuan Jan sebagai direktur kebun binatang dan sekretarisnya Galataun (direktur pertama Kebun Binatang Ragunan), pada tahun I950-an Kebun Binatang Cikini mempunyai 30 karyawan dan 100 ekor satwa. Jenis satwa tersebut antara lain terdiri dari banteng, burung, buaya, menjangan tutul, kijang, beruang madu, monyet mantol dan Jawa, dan lain-lain. Kandang masih sederhana, ada yang terbuka dan tertutup. Kebun binatang dibuka dari pukul 7.00-18.00 dengan tiket Rp 75 untuk anak-anak dan Rp 150 untuk dewasa.

Pada tahun 1963, Presiden Soekarno berencana menjadikan kebun binatang ini sebagai proyek mandataris planetarium. Pada tahun 1964, Kebun Binatang Cikini dipindah ke sebidang tanah di Desa Ragunan yang semula akan digunakan untuk membangun Taman Bhineka Tunggal Ika. Tanggal 22 Juni 1966, saat Jakarta berulang tahun ke-439, tempat ini diresmikan Gubernur Ali Sadikin dengan nama Taman Marga Satwa Ragunan Jakarta.

Hits: 1409

Paling Populer