|
|
Beranda 
Datang & Kunjungi 
Kesenian Kesenian
|
Jakarta.go.id - Acare Kebesaran adalah merupakan puncak pesta perkawinan di mana pada saat ini.. |
|
Jakarta.go.id - Pakaian Pengantin laki-laki disebut Pakaian Pengantin Dandanan Care Haji dinamakan demikian karna pakaian tersebut diadaptasi dari pakaian Haji atau pakaian muslim. |
|
Jakarta.go.id - Malam berikutnya setelah selesai acara kebesaran di rumah pengantin perempuan si pengantin laki-laki diizinkan menginap di rumah keluarga pengantin perempuan. Selama tinggal serumah secara adat mereka belum boleh kumpul sebagaimana layaknya suami istri, bahkan si pengantin perempuan harus tetap bertahan untuk tidak bertegur sapa dengan suaminya. |
|
Jakarta.go.id - Di Batavia dan sekitarnya berangsur-angsur terjadi pembauran antar suku, bahkan antar bangsa, Perbauran itu terjadi terutama akibat campuran. Sebagai contoh. istri Pangeran Purbaya dari Banten, adalah puteri dari kapten Matara dari Makasar. |
|
Jakarta.go.id - Disamping fungsi utamanya sebagai penutup tubuh, pakaian mengandung unsur estetis pula. Berbagai bangsa dan berbagai suku memiliki pakaian tradisi sendiri, sedemikian pula orang Betawi. Menutut kesempatan dipakainya, dapat dibedakan pakaian yang biasa dipakai sehari-hari, pakaian setenga resmi dan pakaina resmi. |
| Jakarta.go.id - Acare Pulang Tige Ari (Pulang Tiga Hari) ini tidak mutlak bahwa setelah tiga hari mereka akan dijemput. Dahulunya memang demikian akan tetapi pada masa menjelang kemerdekaan Pulang Tiga Hari tersebut dapat berlangsung sesudah satu minggu atau lebih. |
|
Jakarta.go.id - Calon pengantin dirawat atau dipiare selama seminggu seminggu atau sepuluh hari, dilakukan oleh seorang wanita yang khusus menangani hal tersebut. Selama dirawat calon pengantin tersebut minum jamu pengantin dan air secang, memakai lulur serat menjalani beberapa pantangan. |
| Jakarta.go.id - Pada umumnya pelaksanaan pernikahan akan berlangsung kurang lebih tiga bulan setelah penyerahan tande putus. Jangka waktu tersebut digunakan untuk mempersiapkan segala urusan perhelatan mencakup peralatan pesta, undangan, baju pengantin dan sebagainya. |
| Jakarta.go.id - Setelah dicapai kesepakatan kedua-belah pihak yaitu antara pihak keluarga perempuan dan pihak keluarga laki-laki mengenai rencana perkawinan anak-anaknya, selanjutnya dibicarakan perihal lamaran. Pada waktu ngelamar atau melamar orang tua laki-laki mengutus serombongan kecil untuk melakukan lamaran lengkap dengan bawaan ngelamar. |
| Jakarta.go.id - Pakaian Pengantin Perempuan disebut Rias Besar Dandanan Care None Pengantin Cine. Ragam hias pada pakaian maupun padabeberapa kelengkapannya terdapat unsur pengaruh Cina. |
| Jakarta.go.id - Gaya hiasan pada alat-alat kesenian Betawi, dipengaruhi oleh budaya pendukung asalnya. misalnya alat-alat pada orkes-orkes gambang kromong, tampak bergaya sunda. Demikian pula pakaian tari. Sebagaimana telah disinggung dibagian terdahulu, pakaian penari cokek terdiri dari |
| Jakarta.go.id - Dibagian terdahulu telah disinggung, bahwa gamelan Ajeng semula bukan pengiring tari. Tetapi dalam perkembangan kemudian, biasa juga orang menari diiringi gamelan itu dengan sebutan Blenggo Ajeng. |
| Jakarta.go.id - Gambang Rancag atau Gambang Rancak merupakan salah satu tingkat teaterisasi Rancak, yang telah dikemukakan dalam uraian tentang musik Betawi, sebelum meningkat lebih jauh menjadi Lenong. |
| Jakarta.go.id - Perbedaan antara Rebana Ketimpring dengan Rebana Oor ialah bahwa pada Rebana Dor terdapat lubang-Iubang kecil untuk tempat jari pada "kelongkongannya". Mungkin untuk mempermudah atau agar lebih enak memegangnya. |
| Jakarta.go.id - Rebana Kasidah seperti keadaannya dewasa ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari Rebana Dor. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab, melainkan yang berbahasa Indonesia. |
| Jakarta.go.id - Ukuran garis tengah Rebana jenis ini lebih besar dari Rebana Hadroh, kurang lebih 40 cm. Hanya terdapat di Pejaten, Pasar Minggu. Menurut keterangan pemimpinnya, Habib Husein AI Hadad, rebana-rebana jenis ini berasal dari Hadramaut, Arab Selatan. |
| Jakarta.go.id - Kata Blenggo mungkin sama artinya dengan tari. Sebab ada ungkapan "diblenggoin" yang artinya disertai dengan tarian. Ada pula yang menyebutkan kata blenggo berasal dari "lenggang lenggok", gerakan yang lazim dalam suatu tarian. |
| Jakarta.go.id - Biasanya Blenggo Rebana dilakukan oleh anggota grup Rebana Biang sendiri secara bergantian. Seolah-olah Blenggo pada orkes Rebana Biang saling lengkap melengkapi. Pada masa-masa silam Rebana Biang baru di "blenggoin" bila malam telah larut.
|
| Jakarta.go.id - Kata "Jipeng" merupakan akronim dari kata "Tanji" dan kata "Topeng".Dengan kata lain, Jipeng aqalah Topeng dengan iringan orkes Tanjidor.Dengan demikian tata cara pergelarannya pun tidak banyak berbeda dengan tata cara pagelaran Topeng. |
| Jakarta.go.id - Garis tengah rebana jenis ini lebih besar dari rebana Maukhid, yaitu sekitar 50 cm. Penamaan Rebana Surdah mungkin karena nama grupnya, yaitu "Surdah Fiqah Ba'mar", dipimpin oleh Sayid Abdullah Ba'mar. Mungkin pula dinamai demikian karena biasa membawakan "Qaida" (salah satu bentuk puisi Arab) Al Burda yang terdapat di kitab "Majemuk" atau "Mawalid". |
| Jakarta.go.id - Sumber bacaan mengenai tari Betawi di Betawi dulu dan di Jakarta kini, belum banyak ditulis orang. J.Kunst dan Th. Pigeaud dalam buku-bukunya menggolongkan seni tari dan seni budaya Betawi lainnya ke dalam daerah Sunda atau Jawa Barat, tidak dibahas secara tersendiri. |
| Jakarta.go.id - Bilamana lahirnya tari Topeng Betawi di tengah kehidupan masyarakat pendukungnya kiranya belum dapat diketahui dengan pasti karena langkanya sumber data. |
| Jakarta.go.id - Konon kata cokek berarti penyanyi merangkap penari, yang biasa dipanggil untuk memeriahkan sesuatu hajatan atau perayaan. Kecuali menyemarakkan suasana pesta dengan nyanyian dan tarian, para cokek itu biasanya pula membantu para tamu dalam perjamuan,
|
| Jakarta.go.id - Japin adalah semacam tari pergaulan yang terdapat antara lain di Sumatra Utara, di Riau Daratan maupun Kepulauan, di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan sebagainya. |
| Jakarta.go.id - Uncul merupakan bagian atau biasa diselipkan dalam pertunjukan Ujungan Betawi. Seperti Ujungan di daerah lain, yang juga ada yang menamainya Citikan atau Sabetan, Ujungan Betawi berupa pertandingan keterampilan pukul-memukul dan tangkis menangkis dengan rotan.
|
| Jakarta.go.id - Sekali pun beberapa jenis tari yang berkembang di wilayah budaya Betawi berunsurkan gerak-gerak Pencak Silat, seperti tari Blenggo, tari Uncul dan sebagainya, tetapi yang secara khusus disebut tari Pencak Silat belum begitu lama berkembang. |
| Jakarta.go.id - Menurut keterangan, arti kata Ngarojeng merupakan singkatan kata dari kata Ngaronggeng Ajeng yang diciptakan oleh Wiwiek Widiastuti. |
| Jakarta.go.id - Tari kreasi baru yang diangkat dari tarian dalam teater tradisi Topeng Betawi yang tumbuh dan berkembang pada awalnya didaerah Betawi pinggir. |
| Jakarta.go.id - Tarian ini merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Abdurachem, "Gitek" artinya goyang dan "Balen" diambil dari nama sebuah pola tabuh dalam Gamelan Ajeng Betawi yang mempunyai arti "bergantian". |
| Jakarta.go.id - Tari Kreasi baru yang diciptakan oleh Wiwiek Widiastuti, |
|
Jakarta.go.id - Melihat beberapa persamaannya yang terdapat pada wayang kulit sepanjang pantai utara Jawa Barat, dari Cirebon sampai Tangerang, tampaknya wayang Betawi merupakan degradasi beranting dari Jawa Tengah sampai Jakarta dan sekitarnya. |
|
Jakarta.go.id - Karena tidak terdapat data otentik yang cukup kuat untuk menunjangnya, sulit untuk menyatakan apakah lenong preman merupakan peningkatan dari Wayang Si Ronda, atau sebaliknya wayang si ronda merupakan degradasi dari lenong preman. |
|
Jakarta.go.id - Sampai tahun tiga puluhan jenis teater ini masih terdapat di Kota Jakarta. |
|
Jakarta.go.id - Kelompok lenong yang lain, adalah Wayang Senggol, yang dewasa ini sudah menghilang. |
|
Jakarta.go.id - Perbedaan antara Wayang Sumedar dengan Wayang Senggol terutama terletak pada layar atau dekor. |
|
Jakarta.go.id - Sebagaimana telah disinggung diatas, orang Betawi cukup menyebutnya "Golek". Wayang Golek Betawi ada dua macam. Pertama, sama seperti wayang golek Sunda, baik bentuk maupun tata cara pergelarannya. Hanya bahasa yang dipakai yaitu dialek Betawi, khususnya dalam dialog-dialognya. |
| Jakarta.go.id - Secara umum penampilan Wayang Wong Betawi sama seperti wayang orang di daerah lain, namun tidak mempunyai tempat pergelaran yang tetap, seperti wayang orang Jawa. |
|
Jakarta.go.id - Sebagaimana telah disinggung pada bagian yang lalu cerita yang berbau Timut Tengah, antara lain yang bersumber dari kumpulan cerita " Seribu Satu malam", digolongkan pada kelompok "Sahibul Hikayat". Pembawa cerita "Sahibul Hikayat". |
| Jakarta.go.id - Topeng, dewasa ini lazim disebut Topeng Betawi, merupakan bentuk lain dari banjet di Pasundan, terutama di Karawang. |
| Jakarta.go.id - Hasil perkembangan teaterisasi teater tutur gambang rancag menjadi teater peran adalah terbentuknya lenong, yang secara visual memperlihatkan unsur-unsur luar, terutama unsur Cina. |
| Jakarta.go.id - Lenong yang menyajikan cerita-cerita kerajaan seperti, indra Bangsawan, Danur Wulan dan sebagainya, menurut istilah setempat disebut Lenong Denes. |
| Jakarta.go.id - Berlainan dengan Lenong Dines yang biasa membawakan cerita-cerita kerajaan dan sebagainya, cerita-cerita kerajaan dan sebagainya, cerita-cerita yang disajikan dalam lenong preman berkisar disekitar kehidupan nyata sehari-hari. |
| Jakarta.go.id - Teater Betawi bergaya Lenong dengan orkes tanjidor sebagai musik penggiringnya dinamai jinong. Kecuali alat musik penggiringnya itu, pada umumnya jinong sama bentuknya dengan lenong preman atau wayang si ronda. |
| Jakarta.go.id - Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukkan yang membawakan lakon atau cerita, baik dengan atau tanpa tutur kata. Ondel-ondel termasuk teater rakyat tanpa tutur kata. Teater dengan tutur kata dapat dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, Teater yang lakon atau ceritanya dituturkan oleh |
| Jakarta.go.id - ondel-ondel adalah pertunjukan rakyat yang sudah berabad-abad terdapat di Jakarta dan sekitarnya, yang dewasa ini menjadi wilayah budaya Betawi. |
| Jakarta.go.id - Gemblokan adalah teater tanpa tutur yang lain, juga berbentuk boneka. Ukurannya dari batas pinggul keatas rata-rata sebesar badan manusia. |
| Jakarta.go.id - Dibeberapa tempat di pinggiran Kota Jkarta dan sekitarnya, seperti di Ciracas, Cijantung, Kalimalang, Curug dekat Depok dan sebagainya, terdapat orang yang pandai bercerita. Julukan yang diberikan kepadanya adalah "tukang dongeng". |
| Jakarta.go.id - Sastra Betawi adalah karya sastra masyarakat Betawi itu sendiri. Sudah barang tentu bahasa yang digunakan adalah dialek Betawi yang merupakan ciri utama dari kebudayaannya. Lingkaran-lingkaran Retak karya M. Balfas, sekalipun penulisnya seorang putra Betawi pada jaman tuan-tuan tanah masih berkuasa, karena bahasanya bukan dialek Betawi, melainkan bahasa Indonesia mungkin digolongkan sebagai sastra indonesia. |
|
Jakarta.go.id - Sastra lisan yang tergolong sahibul hikayat dalam tulisan ini, ialah cerita-cerita yang berasal dari Timur tengah, antara lain bersumber pada cerita Seribu Satu Malam, Alfu Lail Wal lail. Istilah Sahibul Hikayat yang berarti yang empunya cerita. Dalam Arab : Shohibul Hikayat yang berarti yang empunya cerita. |
| Jakarta.go.id - Perbedaan sebutan dongeng dengan cerita, menurut pengertian setempat, adalah terletak pada jenisnya. Disebut dongeng bila menceritakan kerajaan-kerajaan, raja-raja, para bangsawan, kadang-kadang juga disebut cerita roman, menurut pengertian setempat merupakan kisah-kisah kehidupan nyata, baik masa yang sudah lampau maupun masa kini. |
| Jakarta.go.id - Kata rancag (menurut ucapan orang betawi pinggiran) atau rancak (menurut ucapanorang Betawi tengah, orang kota), sama artinya dengan pantun. Rancangan berarti pantunan. Cerita yang dibawakan dengan dipantunkan, disebut cerita rancangan, atau disebut rancak atau rancag, berbentuk |
| Jakarta.go.id - Potongan gudang berbentuk empat persegi panjang, dengan denah segi empat yang memanjang dari depan kebelakang. Atapnya berbentuk pelana, tetapi ada juga yang beratap perisai. Struktur atapnya, baik yang beratap pelana maupun yang perisai, tersusun dari kerangka kuda-kuda.
|
| Jakarta.go.id - Pada umumnya potongan joglo berdenah bujur sangkar. Dari seluruh bentuk bujur sangkar itu, bagian yang sebenarnya merupakan potongan joglo, adalah bagian dari empat persegi panjang yang garis panjangnya terdapat pada kanan kiri ruang depan. |
| jakarta.go.id - Pada dasarnya atap rumah potongan bapang adalah berbentuk pelana.Namun berbeda dengan atap rumah potongan gudang, bentuk pelana rumah potongan Bapang tidak penuh. |
| Jakarta.go.id - Dewasa ini wilayah budaya Betawi tidak terdapat tempat pembuatan alat rumah tangga dari tembikar. Pada penggalian-penggalian arkeologis yang pernah dilakukan antara lain di condet, Cililitan, Jakarta timur ditemukan barang-barang tembikar dari Zaman Batu (kurang lebih 3000-1000SM). |
| Jakarta.go.id - Hiasan pada bangunan rumah orang Betawi, seperti yang terdapat di Condet, Kalisari, Marunda dan sebagainya, berbentuk sederhana dengan motif-motif geometris, seperti titik-titik, segi empat, "bela ketupat" atau segi tiga, lengkung setengah bulatan atau bulatan dan sebagainya. |
| Jakarta.go.id - Batik Betawi atau batik yang disenangi umumnya orang betawi ialah corak pesisiran, seperti Pekalongan, Lasem dan Cirebon dengan warna-warna yang menyolok. |
|
|