Beranda 
Bisnis Jakarta 
Statistik Statistik
|
EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN MARET 2012 SEBESAR 1.001,41 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Maret 2012 mencapai 4.099,95 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 2,24 persen dari nilai ekspor bulan Februari 2012 yang mencapai 4.009,95 juta dollar Amerika. Dan bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2011, nilai ekspor bulan Maret 2012 juga lebih tinggi sebesar 4,17 persen. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan Maret 2012 dan beberapa periode lainnya disajikan Tabel 1. |
|
EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI 2012 SEBESAR 989,15 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Februari 2012 mencapai 4.002,39 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 2,38 persen dari nilai ekspor bulan Januari 2012 yang mencapai 3.909,28 juta dollar Amerika. Dan bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2011, nilai ekspor bulan Februari 2012 juga lebih tinggi sebesar 15,90 persen. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan Februari 2012 dan beberapa periode lainnya disajikan Tabel 1. |
|
EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN JANUARI 2012 SEBESAR 990,10 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Januari 2012 mencapai 3.913,20 juta dollar Amerika, menurun sebesar 6,12 persen dari nilai ekspor bulan Desember 2011 yang mencapai 4.168,51 juta dollar Amerika. Tetapi bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2011, nilai ekspor bulan Januari 2012 lebih tinggi sebesar 12,75 persen. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan Januari 2011 dan beberapa periode lainnya disajikan Tabel 1.
|
|
EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN DESEMBER 2011 SEBESAR 1.007,74 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Desember 2011 mencapai 4.168,08 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 8,94 persen dari nilai ekspor bulan November 2011 yang mencapai 3.826,04 juta dollar Amerika. Dan bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2010, nilai ekspor bulan Desember 2011 juga lebih tinggi sebesar 12,58 persen. Kumulatif nilai ekspor melalui DKI Jakarta periode Januari-Desember 2011 mencapai 46.475,75 juta dollar Amerika, meningkat 17,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan Desember 2011 dan beberapa periode lainnya disajikan Tabel 1. |
|
EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN OKTOBER 2011 SEBESAR 1.080,06 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan November 2011 mencapai 3.829,71 juta dollar Amerika, menurun sebesar 8,07 persen dari nilai ekspor bulan Oktober 2011 yang mencapai 4.165,92 juta dollar Amerika. Tetapi bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2010, nilai ekspor bulan November 2011 lebih tinggi sebesar 8,48 persen. Kumulatif nilai ekspor melalui DKI Jakarta periode Januari-November 2011 mencapai 42.311,33 juta dollar Amerika, meningkat 17,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan November 2011 dan beberapa periode lainnya disajikan Tabel 1. |
|
EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN SEPTEMBER 2011 SEBESAR 780,06 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Oktober 2011 mencapai 4.165,16 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 8,73 persen dari nilai ekspor bulan September 2011 yang mencapai 3.830,70 juta dollar Amerika. Dan bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2010, nilai ekspor bulan Oktober 2011 lebih tinggi sebesar 12,96 persen, dan diharapkan peningkatan ini terus berlanjut pada masa-masa yang akan datang. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan Oktober 2011 dan beberapa periode lainnya disajikan pada Tabel 1. |
| EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN AGUSTUS 2011 SEBESAR 1.091,25 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan September 2011 mencapai 3.835,08 juta dollar Amerika, menurun sebesar 6,52 persen dari nilai ekspor bulan Agustus 2011 yang mencapai 4.102,41 juta dollar Amerika. Tetapi bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2010, nilai ekspor bulan September 2011 lebih tinggi sebesar 33,40 persen, dan diharapkan peningkatan ini terus berlanjut pada masa-masa yang akan datang. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan September 2011 dan beberapa periode lainnya disajikan pada Tabel 1. |
| EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN JULI 2011 SEBESAR 1.008,43 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Agustus 2011 mencapai 4.181,12 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 0,13 persen dari nilai ekspor bulan Juli 2011 yang mencapai 4.175,57 juta dollar Amerika. Demikian pula bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2010, nilai ekspor bulan Agustus 2011 lebih tinggi sebesar 17,13 persen, dan diharapkan peningkatan ini terus berlanjut pada masa-masa yang akan datang. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan Agustus 2011 dan beberapa periode lainnya disajikan pada Tabel 1. |
| EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN JUNI 2011 SEBESAR 941,89 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Juli 2011 mencapai 4.167,58 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 5,28 persen dari nilai ekspor bulan Juni 2011 yang mencapai 3.958,60 juta dollar Amerika. Demikian pula bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2010, nilai ekspor bulan Juli 2011 lebih tinggi sebesar 18,52 persen, dan diharapkan peningkatan ini terus berlanjut pada masa-masa yang akan datang. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan Juli 2011 dan beberapa periode lainnya disajikan pada Tabel 1. |
| EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA
NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN APRIL 2011 SEBESAR 822,45 JUTA DOLLAR AMERIKA
Nilai ekspor non migas melalui DKI Jakarta bulan Mei 2011 mencapai 3.771,54 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 4,09 persen dari nilai ekspor bulan April 2011 yang mencapai 3.623,29 juta dollar Amerika. Demikian pula bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2010, nilai ekspor bulan Mei 2011 lebih tinggi sebesar 15,01 persen, dan diharapkan peningkatan ini terus berlanjut pada masa-masa yang akan datang. |
|
PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN MARET 2012 MENCAPAI 172.126 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Maret 2012 mengalami peningkatan sebesar 7,85 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 159.598 kunjungan pada bulan Februari 2012 menjadi 172.126 kunjungan pada bulan Maret 2012. Demikian pula jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Maret 2012 juga mengalami peningkatan sebesar 3,45 persen (tabel 1). |
|
PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI 2012 MENCAPAI 159.598 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Februari 2012 mengalami penurunan sebesar 1,71 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 162.368 kunjungan pada bulan Januari 2012 menjadi 159.598 kunjungan pada bulan Februari 2012. Namun, jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Februari 2012 justru mengalami peningkatan sebesar 6,65 persen (tabel 1). |
|
PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN JANUARI 2012 MENCAPAI 162.368 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Januari 2012 mengalami penurunan sebesar 3,56 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 168.363 kunjungan pada bulan Desember 2011 menjadi 162.368 kunjungan pada bulan Januari 2012. Namun, jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Januari 2012 justru mengalami peningkatan sebesar 11,84 persen (tabel 1). |
|
PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN DESEMBER 2011 MENCAPAI 168.363 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Desember 2011 mengalami penurunan sebesar 5,85 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 178.832 kunjungan pada bulan November 2011 menjadi 168.363 kunjungan pada bulan Desember 2011. Namun, jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2011 justru mengalami peningkatan sebesar 15,94 persen (tabel 1). |
|
PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN NOVEMBER 2011 MENCAPAI 178.832 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan November 2011 mengalami penurunan sebesar 1,10 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 180.813 kunjungan pada bulan Oktober 2011 menjadi 178.832 kunjungan pada bulan November 2011. Namun, jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan November 2011 mengalami peningkatan sebesar 15,34 persen (tabel 1). |
|
PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN OKTOBER 2011 MENCAPAI 180.813 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Oktober 2011 mengalami peningkatan sebesar 3,13 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 175.329 kunjungan pada bulan September 2011 menjadi 180.813 kunjungan pada bulan Oktober 2011. Demikian pula jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Oktober 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 13,38 persen (tabel 1). |
| PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN SEPTEMBER 2011 MENCAPAI 175.329 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan September 2011 mengalami peningkatan sebesar 18,47 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 147.999 kunjungan pada bulan Agustus 2011 menjadi 175.329 kunjungan pada bulan September 2011. Demikian pula jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan September 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 34,31 persen (tabel 1). |
| PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN AGUSTUS 2011 MENCAPAI 147.999 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Agustus 2011 mengalami penurunan sebesar 28,11 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 205.861 kunjungan pada bulan Juli 2011 menjadi 147.999 kunjungan pada bulan Agustus 2011. Demikian pula jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Agustus 2011 juga mengalami penurunan sebesar 0,15 persen (tabel 1). |
| PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN JULI 2011 MENCAPAI 205.861 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Juli 2011 mengalami peningkatan sebesar 20,48 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 170.864 kunjungan pada bulan Juni 2011 menjadi 205.861 kunjungan pada bulan Juli 2011. Demikian pula jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Juli 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 10,78 persen (tabel 1). |
| PARIWISATA DKI JAKARTA
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN JUNI 2011 MENCAPAI 170.864 KUNJUNGAN
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Juni 2011 mengalami peningkatan sebesar 9,09 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 156.624 kunjungan pada bulan Mei 2011 menjadi 170.864 kunjungan pada bulan Juni 2011. Demikian pula jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Juni 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 5,92 persen (tabel 1) |
|
TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA
SEPTEMBER 2011
Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2011 sebesar 355,20 ribu orang (3,64 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 sebesar 363,42 ribu orang (3,75 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 8,2 ribu. Secara makro, kinerja perekonomian DKI Jakarta pada bulan Maret – September 2011 memperlihatkan perbaikan |
| TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA TAHUN 2011
Selama Maret 2010-Maret 2011, Garis Kemiskinan naik sebesar 7,34 persen, yaitu dari Rp 331.169 per kapita per bulan pada Maret 2010 menjadi Rp 355.480 per kapita per bulan pada Maret 2011. Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Namun demikian, selama periode Maret 2010 - Maret 2011, sumbangan GKM terhadap GK tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 64,46 persen. |
| TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA TAHUN 2010
Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan Maret 2010 sebesar 312,18 ribu orang (3,48 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 sebesar 323,17 ribu orang (3,62 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 10,99 ribu. |
|
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN APRIL 2012 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,13 PERSEN
Pada bulan April 2012, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,13persen. Lima kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakaumengalami kenaikan indeks sebesar 0,70 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,35 persen;kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,17 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakarsebesar 0,06 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen.Satu kelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitukelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga, sedangkan satu kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok sandang sebesar 0,89 persen. |
|
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN MARET 2012 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,18 PERSEN
Pada bulan Maret 2012, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,18 persen. Seluruh kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,40 persen; kelompok sandang sebesar 0,28 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen; kelompok bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar masing-masing sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen. |
|
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI 2012 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,17 PERSEN
Pada bulan Februari 2012, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Empat kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok sandang mengalami kenaikan indeks sebesar 1,74 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,20 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,18 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen. |
|
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKIJAKARTA BULAN JANUARI 2012 MENGALAMIINFLASI SEBESAR 0,48 PERSEN
Pada bulan Januari 2012, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,48persen. Enam kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok bahan makananmengalami kenaikan indeks sebesar 1,60 persen; kelompok makanan jadi, minumam, rokok & tembakau sebesar 0,74 persen;kelompok kesehatan sebesar 0,59 persen; kelompok sandang sebesar 0,31 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,11 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,01 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen. |
|
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN DESEMBER 2011 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,49 PERSEN
Pada bulan Desember 2011, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,49 persen. Lima kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 1,94 persen; kelompok makanan jadi, minumam, rokok & tembakau sebesar 1,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,16 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,01 persen. Sedangkan dua kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok sandang sebesar 0,77 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen. |
|
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN NOVEMBER 2011 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,47 PERSEN
Pada bulan November 2011, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,47 persen. Lima kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok sandang mengalami kenaikan indeks sebesar 2,66 persen; kelompok bahan makanan sebesar 1,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,04 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen. Satu kelompok mengalami penurunan indeks yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen. |
|
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN OKTOBER 2011 MENGALAMI DEFLASI SEBESAR 0,26 PERSEN
Pada bulan Oktober 2011, harga-harga di DKI Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,26 persen. Tiga kelompok mengalami penurunan indeks yaitu kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar 2,09 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,36 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,17 persen. Sedangkan empat kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,04 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,02 persen. |
| PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN SEPTEMBER 2011 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,13 PERSEN
Pada bulan September 2011, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Lima kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,68 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,58 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,09 persen. Sedangkan dua kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,65 persen; dan kelompok sandang sebesar 0,12 persen. |
| PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN AGUSTUS 2011 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 1,15 PERSEN
Pada bulan Agustus 2011, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 1,15 persen. Tujuh kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok sandang mengalami kenaikan indeks sebesar 3,41 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 2,25 persen; kelompok bahan makanan sebesar 1,64 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,30 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,25 persen; dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,15 persen. |
| PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN JULI 2011 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,61 PERSEN
Pada bulan Juli 2011, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,61 persen. Enam kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 2,63 persen; kelompok sandang sebesar 0,85 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,25 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,15 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,15 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen. |
|
PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA
TRIWULAN I TAHUN 2012
Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I/2012 bila dibandingkan dengan triwulan IV/2011 (q to q) menunjukkan kondisi yang relatif stagnan pada posisi minus 0,0 persen. Dilihat dari siklus kegiatan ekonomi, kondisi tersebut mencerminkan kondisi yang cukup baik mengingat pada kuartal pertama kegiatan ekonomi cenderung berjalan lebih lambat dari quartal sebelumnya. |
|
KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2012
TPT DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI 2012 SEBESAR 10,72 PERSEN
Secara keseluruhan struktur ketenagakerjaan di Provinsi DKI Jakarta pada bulan Februari 2012 telah mengalami perubahan. Pada bulan Februari 2012, jumlah angkatan kerja tercatat 5,28 juta orang, naik sebesar 273,4 ribu orang dibanding keadaan Februari 2011. Peningkatan jumlah angkatan kerja terjadi pada angkatan kerja laki-laki sebanyak 118,0 ribu dan perempuan sebanyak 155,4 ribu. |
|
INDEKS TENDENSI KONSUMEN
TRIWULAN I TAHUN 2012
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) DKI Jakarta pada Triwulan I-2012 sebesar 110,23, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen pada Triwulan I-2012 sedikit menurun dibandingkan pada Triwulan IV-2011 ditandai dengan penurunan nilai ITK sebesar 1,04 poin. |
|
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN I TAHUN 2012
PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS TRIWULAN–I TAHUN 2012 MENGALAMI PENURUNAN SEBESAR 0,52 PERSEN DIBANDING TRIWULAN-IV TAHUN 2011
Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) di DKI Jakarta pada Triwulan I tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 0,52 persen terhadap Triwulan IV 2011. Penurunan Pertumbuhan Industri Manufaktur Besar dan Sedang di DKI Jakarta banyak dipengaruhi oleh jenis industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi trailer yang turun sebesar 25,29 persen (q-to-q). Sementara jenis industri yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah industri Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman yang naik sebesar 56,21 persen.
Bila dibandingkan pertumbuhan industri secara (y-on-y) mengalami kenaikan sebesar 6,4 persen pada Triwulan I 2012 terhadap Triwulan IV 2011. Pertumbuhan terbesar disumbangkan oleh jenis industri Logam Dasar yang naik sebesar 38,81 persen. Sementara penurunan terbesar dipengaruhi oleh jenis industri Tekstil yang turun sebesar 28,36 persen. |
|
PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA
TRIWULAN IV TAHUN 2011
Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV/2011 tumbuh sebesar 1,8 persen (q to q), lebih lambat bila dibandingkan triwulan III/2011 (sebesar 2,5 persen). Perlambatan pertumbuhan ini lebih disebabkan pengaruh musiman yaitu penurunan aktivitas seluruh sektor ekonomi yang selalu terjadi di triwulan IV pada setiap tahun. |
|
INDEKS TENDENSI KONSUMEN
TRIWULAN 4 TAHUN 2011
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) DKI Jakarta pada Triwulan IV-2011 sebesar 111,27, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen pada Triwulan IV-2011 sedikit menurun dibandingkan pada Triwulan III-2011 ditandai dengan penurunan nilai ITK dibanding Triwulan III-2011 sebesar 2,19 poin. |
|
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV TAHUN 2011
PERTUMBUHAN PRODUKSI IBS TRIWULAN–IV TAHUN 2011 MENGALAMI KENAIKAN SEBESAR 2,90 PERSEN DIBANDING TRIWULAN-III TAHUN 2011
Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) pada triwulan IV tahun 2011 secara Nasional mengalami kenaikan sebesar 3,09 persen. Hal yang sama juga terjadi pada pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang di DKI Jakarta yang naik sebesar 2,90 persen. Kontribusi terbesar pada kenaikan pertumbuhan Industri Manufaktur Besar dan Sedang di DKI Jakarta disumbangkan oleh kelompok industri Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi, serta Perlengkapannya yang naik sebesar 24,23 persen. |
| INDEKS TENDENSI KONSUMEN
TRIWULAN 3 TAHUN 2011
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) DKI Jakarta pada Triwulan III-2011 sebesar 113,46, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen pada Triwulan III-2011 yang lebih baik dibandingkan pada Triwulan II-2011 ditandai dengan peningkatan nilai ITK dibanding Triwulan II-2011 sebesar 3,56 poin. |
| KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA
AGUSTUS 2011
Struktur angkatan kerja di Provinsi DKI Jakarta pada bulan Agustus 2011 secara keseluruhan mengalami perubahan dibandingkan keadaan Februari 2011. Pada bulan Agustus 2011, jumlah angkatan kerja tercatat 5,14 juta orang, bertambah sebanyak 134,00 ribu orang bila dibandingkan dengan keadaan Februari 2011 sebanyak 5,01 juta orang. |
| PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA
TRIWULAN III TAHUN 2011
Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III/2011 bila dibandingkan dengan kondisi triwulan II/2011 (q to q) menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. Pada periode ini pertumbuhan DKI Jakarta mencapai 2,5 persen. Hampir semua sektor mengalami peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, pada triwulan III ada momen puasa dan lebaran yang mendorong meningkatnya konsumsi. |
|