|
|

Beranda 
Mengenal Jakarta 
Tentang Jakarta Tentang Jakarta
|
|
|   | | Geografis Jakarta |
| | | 01 Jan, 2008
|
|
|  Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kota administrasi dan satu Kabupaten administratif, yakni: Kota administrasi Jakarta
Pusat dengan luas 47,90 km2, Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2,
Jakarta Barat dengan luas 126,15 km2, Jakarta Selatan dengan luas
145,73 km2, dan Kota administrasi Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, serta
Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dengan luas 11,81 km2. Di
sebelah utara membentang pantai sepanjang 35 km, yang menjadi tempat
bermuaranya 13 buah sungai dan 2 buah kanal. Di sebelah selatan dan
timur berbatasan dengan Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan
Kabupaten Bekasi, sebelah barat dengan Kota Tangerang dan Kabupaten
Tangerang, serta di sebelah utara dengan Laut Jawa. Secara geologis,
seluruh dataran terdiri dari endapan pleistocene yang terdapat pada ±50 m di bawah permukaan tanah. Bagian selatan terdiri atas lapisan alluvial,
sedang dataran rendah pantai merentang ke bagian pedalaman sekitar 10
km. Di bawahnya terdapat lapisan endapan yang lebih tua yang tidak
tampak pada permukaan tanah karena tertimbun seluruhnya oleh endapan alluvium.
Di wilayah bagian utara baru terdapat pada kedalaman 10-25 m, makin ke
selatan permukaan keras semakin dangkal 8-15 m. Pada bagian tertentu
juga terdapat lapisan permukaan tanah yang keras dengan kedalaman 40 m. Keadaan Kota Jakarta umumnya beriklim panas dengan suhu udara maksimum
berkisar 32,7°C - 34,°C pada siang hari, dan suhu udara minimum
berkisar 23,8°C -25,4°C pada malam hari. Rata-rata curah hujan
sepanjang tahun 237,96 mm, selama periode 2002-2006 curah hujan
terendah sebesar 122,0 mm terjadi pada tahun 2002 dan tertinggi sebesar
267,4 mm terjadi pada tahun 2005, dengan tingkat kelembaban udara
mencapai 73,0 - 78,0 persen dan kecepatan angin rata-rata mencapai 2,2
m/detik - 2,5 m/detik. Sumber : Perda No 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012 | | | |
|
|
|   | | Demografi Jakarta |
| | | 07 Jan, 2008
|
|
|
Jumlah penduduk dalam periode 2002-2006 terus mengalami peningkatan walaupun pertumbuhannya mengalami penurunan. Tahun 2002 jumlah penduduk sekitar 8,50 juta jiwa, tahun 2006 meningkat menjadi 8,96 juta jiwa, dan dalam lima tahun ke depan jumlahnya diperkirakan mencapai 9,1 juta orang. Kepadatan penduduk pada tahun 2002 mencapai 12.664 penduduk per km2, tahun 2006 mencapai 13.545 penduduk per km2 dan diperkirakan dalam lima tahun kedepan mencapai 13.756 penduduk per km2.
Laju pertumbuhan penduduk pada periode tahun 1980-1990 sebesar 2,42 persen per tahun, menurun pada periode 1990-2000 dengan laju 0,16 persen. Pada periode 2000-2005, laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,06 persen per tahun.
Sepanjang periode 2002-2006 angka kematian bayi turun secara signifikan, yaitu dari 19,0 per 1000 kelahiran hidup tahun 2002 menjadi 13,7 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2006. Dengan penurunan angka kelahiran total dari 1,56 pada tahun 2000 menjadi 1,53 pada tahun 2006, maka terlihat faktor dominan yang mempengaruhi pertambahan jumlah penduduk adalah turunnya angka kematian bayi disamping migrasi dalam jumlah yang cukup besar karena pengaruh daya tarik Kota Jakarta sebagai pusat administrasi pemerintahan, ekonomi, keuangan, dan bisnis.

Dilihat dari struktur umur, penduduk Jakarta sudah mengarah ke ”penduduk tua”, artinya proporsi ”penduduk muda” yaitu yang berumur 0-14 tahun sudah mulai menurun. Bila pada tahun 1990, proporsi penduduk muda masih sebesar 31,9 persen, maka pada tahun 2006 proporsi ini menurun menjadi 23,8 persen. Sepanjang tahun 2002-2006, proporsi penduduk umur muda tersebut relatif stabil, yaitu sekitar 23,8 persen. Sebaliknya proporsi penduduk usia lanjut (65 tahun ke atas) naik dari 1,5 persen pada tahun 1990, menjadi 2,2 persen pada tahun 2000. Tahun 2006, proporsi penduduk usia lanjut mengalami kenaikan menjadi 3,23 persen. Kenaikan penduduk lansia mencerminkan adanya kenaikan rata-rata usia harapan hidup, yaitu dari 72,79 tahun pada tahun 2002 menjadi 74,14 tahun pada tahun 2006.
Sumber : Perda No.1 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012 | | | |
Jakarta Pusat
Jakarta Barat
Jakarta Utara
Jakarta Timur
Jakarta Selatan
Kepulauan Seribu|
|
|   | | Jakarta Pusat |
| | | 31 Oct, 2009
|
|
|  Jakarta pada mulanya hanya dikenali sebagai sebuah pelabuhan di muara Sungai Ciliwung. Asal-usulnya boleh ditelusuri daripada zaman peradaban Hindu pada abad ke-5. Orang Eropah pertama yang datang ke Jakarta adalah orang Portugis. Pada abad ke-16, para pendatang Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng pertahanan di Sunda Kelapa. Asal-usul nama Jakarta bermula pada tarikh 22 Jun dengan penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada tahun 1527 yang telah menukarkan nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang bererti kemenangan. Orang Belanda yang datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16 dan pada 1619, Syarikat Hindia Timur Belanda yang dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen berjaya menawan Jayakarta dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Semasa era Belanda, Batavia berkembang menjadi sebuah kota yang besar dan penting. Penjajahan oleh Jepun bermula pada tahun 1942 dan mereka menukar nama Batavia menjadi Jakarta untuk menambat hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota ini juga merupakan tempat Pengisytiharaan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus1945 dan dijajah Belanda sehingga pengakuan kedaulatan pada 1949. Pada Mei1998, terjadi kerusuhan di Jakarta. Sasarannya adalah kebanyakkan orang Tionghoa. Gedung MPR/DPR diduduki oleh para mahasiswa yang menginginkan reformasi. Kemuncak rusuhan ini adalah turunnya PresidenSuharto dari kursi kepimpinannya. KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT Jakarta Pusat dengan luas : 48,17 Km2, dengan kondisi topografi relatif datar dan secara administratif dibagi : 8 Kecamatan, 44 Kelurahan, 394 RW dan 4662 RT.(Bulan : Januari 2008) BATAS UTARA JL. Duri Raya, Jl. KH Zainal Arifin, Jl. Sukardjo Wiryopranoto, Rel Kereta Api, Jl. Mangga Dua, Jl. Sunter Kemayoran. BATAS TIMUR Jl. Jendral Akhmad Yani ( By Pass ) BATAS SELATAN Jl. Pramuka, Jl. Matraman, Kali Ciliwung/Banjir Kanal, Jl. Jendral Sudirman, Jl. Hang Lekir. BATAS BARAT Kali Grogol, Jl. Pal Merah, JL Pal Merah Utara, Jl. Aipda KS.Tubun, Jl. Jembatan Tinggi, Banjir Kanal.
Website : http://pusat.jakarta.go.id
| | | |
|
|
|   | | Sumber Kekayaan Alam Jakarta |
| | | 01 Jan, 2008
|
|
|  Jakarta dengan kondisi geografis lautan yang lebih luas dari daratan memiliki potensi sumber daya laut yang cukup besar, yakni berupa sumber daya mineral dan hasil laut. Sumber daya mineral yang dihasilkan, tepatnya di Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, berupa minyak bumi dan gas mulai dieksploitasi sejak tahun 2000 dengan rata-ratakapasitas produksi sekitar 4 juta barel per tahun. Kekayaan laut yang dapat dieksploitasi berupa ikan konsumsi dan ikan hias. Selama lima tahun terakhir, tiap tahunnya rata-rata produksi ikan konsumsi mencapai 123 ribu ton dan produksi ikan hias mencapai 59,86 juta ekor. Sumber : Perda No.1 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012 | | | |
|
Masjid Jami Al Mansyur
Dibangun pada tahun 1717 (abad ke 18) oleh H. Abdul Mihit, yang datang dari Mataram. Dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia masjid ini dijadikan pusat latihan mental rakyat Jakarta secara berkesinambungan. |
|
Makam Pahlawan Pangeran Wijayakusuma
Didirikan pada abad ke 17. Pangeran Wijayakusuma adalah salah seorang Penasihat dan Panglima Perang pada masa kejayaan Pangeran Jayakarta, yang berjuang dan berperang melawan Belanda (VOC) |
|
Toko Merah
Dibangun pada tahun 1730 (abad ke 18), pernah menjadi tempat tinggal Gustaf Baron Von Imhoff (1705-1743). |
|
Masjid Jami Kampung Baru Inpak
Dibangun pada tahun (1748–1817), oleh orang-orang imigran Islam dari India. Masjid yang terletak dikawasan Pekojan ini adalah masjid kedua yang dibangun oleh orang-orang Moor |
|
Bangunan No. 102
Dibangun pada tahun 1750-an oleh orang-orang China yang datang ke Batavia dengan profesi berdagang dan menetap di wilayah tersebut secara turun temurun. |
| Bangunan No. 104 Dibangun pada tahun 1750-an oleh orang-orang China yang datang ke Batavia dengan profesi berdagang dan menetap di wilayah tersebut secara turun temurun. |
| Bangunan No. 106 Dibangun pada tahun 1750-an oleh orang-orang China yang datang ke Batavia dengan profesi berdagang dan menetap di wilayah tersebut secara turun temurun. |
| Bangunan No. 238 Dibangun pada tahun 1750-an oleh orang-orang China yang datang ke Batavia dengan profesi berdagang dan menetap di wilayah tersebut secara turun temurun. |
| Bangunan No. 244 Dibangun pada tahun 1750-an oleh orang-orang China yang datang ke Batavia dengan profesi berdagang dan menetap di wilayah tersebut secara turun temurun. |
| Bangunan No. 248 Dibangun pada tahun 1750-an oleh orang-orang China yang datang ke Batavia dengan profesi berdagang dan menetap di wilayah tersebut secara turun temurun. |
|
untuk koridor tahap I (Lebak Bulus-Bundaran HI) ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 17 triliun. Kehadiran proyek ini akan diharapkan dapat memberikan rasa optimis kepada warga Jakarta terhadap penyelesaian beban transportasi di ibu kota negara ini. Dengan kapasitas daya angkut sekitar 400 ribu penumpang per hari, kapasitas layanan transportasi publik di Jakarta akan naik tajam saat MRT beroperasi awal 2016 nanti. Proyek ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah melalui pinjaman luar negeri Jepang, yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan bentuk kerja sama Government to Government dalam bentuk Special Term for Economic Partnership (STEP loan) dengan bunga pinjaman rendah di bawah satu persen. |
|
Pembangunan fisik empat lokasi Pedestrian di Jakarta telah dialokasikan anggaran hingga Rp 18,75 miliar. Pembangunan fisik empat lokasi pedestrian ini ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini |
|
Dara berharap semua warga bahu membahu untuk memperbaiki kondisi Jakarta. Karena sekecil apapun hal yang kita lakukan, pasti memiliki dampak terhadap Jakarta. |
|
Jakarta.go.id kali ini mendapatkan kesempatan mewawancarai Shahnaz Natasya Haque, atau lebih dikenal dengan Shahnaz Haqueseorang artis yang juga berprofesi sebagai presenter program televisi. |
|
Sebagai icon Jakarta sudah barang tentu Monas dikenal oleh masyarakat hingga ke seluruh dunia. Merupakan penggalan bukti sejarah yang berdiri sejak tahun 1961 yang diresmikan langsung oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Berdiri menjulang dengan ketinggian 132 meter dari permukaan tanah, monumen ini adalah bukti semangat gelora kemerdekaan rakyat Indonesia yang berada di kota Jakarta. |
|
Pendidikan di Jakarta terus di tingkatkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, hal ini terlihat dari perbaikan–perbaikan gedung sekolah, fasilitas sarana dan prasarana sekolah yang semakin membaik dan kesejahteraan guru semakin di perhatikan oleh pemerintah. |
|
Pemilukada adalah pemilihan umum untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung. Pemilihan kepala daerah (Pemilukada) DKI Jakarta akan digelar pada 11 Juli mendatang. |
|
Memasuki musim penghujan, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengintai. |
|
Jakarta merupakan pusat Pemerintahan serta pusat perekonomian. Hal ini menyebabkan tingkat aktivitas yang sangat tinggi dan menyebabkan kemacetan yang tidak terhindarkan. |
|
Hujan masih terus melanda wilayah Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya untuk itu diperlukan kewaspadaan bagi masyarakat Ibu Kota. |
|
|