Istilah yang pertama kali muncul untuk menyebut Jakarta. Ditemukan dalam piagam dari Banten sebagai dokumen Indonesia tertua yang menyebut Jaketra (1600). Dokumen-dokumen Portugis dan Belanda sudah lama menggunakan sebutan ini bersamaan dengan sebutan Sunda Kelapa. Selain Jaketra, Jakarta juga disebut Sulakarta. Belanda menyebutnya dengan Jacatra, Jacarata, Zja(ja)karata, Siajacarata.
Dokumen ini tidak dapat membuktikan bahwa sebutan Jayakarta sudah digunakan sejak tahun 1520. Sebab dokumen ini ditulis sesudah Belanda (1596) atau Inggris (1602) pertama kali datang ke Banten, dekat dengan waktu pemerintahan Pangeran Jayawikarta. Sebab dalam naskah ini digunakan istilah kumendur (komandan). Nama Jaketra kembali disebut dalam Sajarah Banten (pupuh 45 dan 47). Ketika Mataram makin gencar memperluas daerah kekuasaannya hingga Sultan Agung berkeinginan untuk menguasai Banten. Waktu itu Banten memandang Jaketra sebagai tombak terhadap Mataram.