|
Jakarta
sebagai ibu kota negara R.I. merupakan kota
terbesar dan paling padat penduduknya di
seluruh Indonesia, dengan penduduknya sekitar
sembilan juta yang terdiri dari berbagai
bangsa dan suku-suku bangsa dari seluruh
wilayah Indonesia. Keanekaragaman ditambah
dengan pengaruh bangsa asing melahirkan
keanekaragaman corak seni dan budaya. Beberapa
lamanya daerah ini menjadi tempat berkumpulnya
berbagai bangsa dan suku suku bangsa dan
bermacam-macam adat istiadat, bahasa dan
budaya daerah masing-masing. Berbaurnya
suku-suku bangsa dari seluruh tanah air
dengan bangsa lain seperti Cina, Arab, Turki,
Persia, Inggris dan Belanda mengakibatkan
terjadinya perkawinan di antara mereka,
sehingga terjadilah perpaduan adat istiadat,
budaya dan falsafah hidup hingga melahirkan
corak budaya dan tata cara yang baru. Dengan
demikian sejak abad ke 19 nampak suatu proto
type etnis Betawi. Hal ini tergambar dalam
cara dan kesenian masyarakat Betawi dimana
ada pengaruh Arab, Cina, Portugis dan lain-lain.
Berbagai
kesenian tradisional Betawi dapat berkembang
dan digemari oleh masyarakat luas, bukan
hanya oleh masyarakat Betawi. Kesenian Betawi
tersebut antara lain Lenong dan Topeng Blantik.
Keduanya merupakan seni drama tradisional.
Juga seni tari seperti tari Topeng, Ondel-ondel,
tari Ronggeng Topeng dan lain-lain. Seni
suara dan seni musiknya adalah sambrah,
rebana, gambang kromong, tanjidor dan sejenisnya,
bahkan wayangpun ada, wayang kulit Betawi
menggunakan bahasa dialek Melayu Betawi.
Sistem
perkawinan pada masyarakat Betawi pada dasarnya
mengikuti hukum Islam, kepada siapa mereka
boleh atau dilarang mengadakan hubungan
perkawinan. Dalam mencari jodoh, baik pemuda
maupun pemudi bebas memilih teman hidup
mereka sendiri. Karena kesempatan untuk
bertemu dengan calon kawan hidup itu tidak
terbatas dalam desanya, maka banyak perkawinan
pemuda pemudi desa tersebut dengan orang
dari lain desa. Namun demikian, persetujuan
orang tua kedua belah pihak sangat penting,
karena orang tualah yang akan membantu terlaksananya
perkawinan tersebut. Biasanya prosedur yang
ditempuh sebelum terlaksananya perkawinan
adalah dengan perkenalan langsung antara
pemuda dan pemudi, bila sudah ada kecocokan,
orang tua pemuda lalu melamarnya ke orang
tua si gadis. Bila kedua belah pihak setuju,
ditentukan hari untuk mengantarkan uang
belanja-kawin yang biasanya diwakilkan kepada
orang lain yakni kerabat kedua belah pihak.
Pada hari yang telah ditentukan, dilakukanlah
upacara perkawinan. Selesai dilakukan akad
nikah, pemuda kembali ke orang tuanya, begitu
pula dengan si gadis. Beberapa waktu kemudian
diadakan upacara besanan, di mana pengantin
laki-laki diarak ke rumah pengantin wanita.
Dengan melalui upacara kenal jawab dengan
irama pantun, diiringi irama rebana dan
lagu-lagu marhaban barulah pengantin laki-laki
diperkenalkan masuk rumah untuk menemui
pengantin wanita dan duduk bersanding sebentar,
kemudian pengantin laki-laki berdiri dan
bergabung dengan orang-orang tua yang mengantarkan
tadi. Sesudah upacara bersama ini maka pengantin
wanita dapat mengikuti suaminya kembali
ke rumahnya.
|