|
Museum Seni Rupa dan Keramik
Gedung
yang dibangun pada masa penjajahan Belanda,
sekitar tahun 1866-1870 sebelumnya berfungsi
sebagai gedung pengadilan atau Dewan Kehakiman
Belanda, dan dikenal dengan nama Gedung
Raad Van Justitie. Berdasarkan catatan sejarah,
gedung antik beriang-tiang tinggi bulat
bergaya Romawi, ini dibangun oleh Belanda
pada tanggal 12 Januari 1870.
Sebelum menjadi museum gedung ini pernah
dipakai sebagai kantor beberapa intansi.
Pada masa revolusi, gedung ini digunakan
sebagai asrama Militer dan gudang perbekalan
bagi tentara Indonesia. Pertengahan tahun
1967 dipakai untuk kantor Walikota Jakarta
Barat dan selanjutnya sebagai kantor Dinas
Museum dan Sejarah DKI Jakarta sejak tahun
1974. Bangunan yang terletak di Jalan Pos
Kota No 2 Jakarta Barat ini diresmikan sebagai
Museum Keramik dan Seni Rupa oleh Presiden
Suharto pada bulan Agustus 1976. Disini
para pengunjung dapat menyaksikan berbagai
hasil kerajinan asli dari berbagai daerah
di Indonesia.
Koleksi memamerkan aneka ragam karya seni
lukis dari berbagai aliran mulai dari karya
Raden Saleh hingga karya abstrak Sedangkan
keramik yang dipamerkan adalah keramik kuno
baik asing maupun lokal dan juga keramik
kontemporer.Hingga kini, Museum Seni Rupa
dan Keramik Jakarta baru saja rampung menyusun
buku katalog lengkap dari benda-benda seni
koleksinya. Penyusunan buku tebal terdiri
atas dua jilid ini penting untuk menangkal
berbagai usaha pencurian lukisan yang belakangan
ini semakin kerap terjadi. Buku ini menjadi
bukti kepemilikan yang otentik, karena ditandatangani
oleh Gubernur DKI.
Rencananya informasi di dalam buku berjudul
Buku Induk Museum Seni Rupa Jakarta akan
disebarluaskan kepada para kolektor lukisan,
museum-museum lain, dan juga ke balai-balai
lelang semacam Sotheby's dan Christie's.
Tujuannya agar pihak-pihak tersebut bisa
langsung mencek jika mereka mencurigai lukisan
yang ditawarkan sebagai barang hasil curian.
Karena gedung ini termasuk gedung yang dilindungi
oleh peraturan Cagar Budaya, maka pengamanan
fisik terhadap koleksi benda seni milik
Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta masih
amat minim. Menempati sebuah gedung tua
dan besar, museum tersebut pengamanannya
hanya dipercayakan pada empat orang petugas
Satpam, yang juga hanya bekerja malam hari.
Siang hari, pengamanan koleksi lukisan dan
patung yang tak ternilai harganya itu diserahkan
pada para karyawan biasa.
Jadwal kunjungan:
Selasa - Kamis, pukul 09.00-15.00 wib.
Jumat & Minggu, pukul 09.00-14.00 wib.
Sabtu, pukul 09.00-12.30 wib.
Pertunjukan Wayang Kulit, Setiap Minggu
pagi pukul 10.00 wib.
Senin, TUTUP
[ 1
] [ 2
] [ 3
] [ 4
] [ 5
] [ 6 ]
|