Cari  
 
 
  Museum Di Jakarta
Cetak Halaman Ini  
 
 

Museum Lukisan UPH

Siapa sangka di antara gedung-gedung jangkung yang berdiri angkuh di kawasan Lippo Karawaci Tangerang, ada sebuah museum lukisan yang memamerkan hasil cita rasa budaya yang tinggi?
Museum Lukisan Universitas Pelita Harapan (UPH) seluas 400 meter persegi yang berlokasi di lantai III Menara Matahari, ternyata menyimpan lebih dari 700-an koleksi pelukis Indonesia ternama dan pelukis asing yang melukis tentang Indonesia.
Sebut saja Raden Saleh, Affandi, A Sudjojono, Barli, Wakidi, AD Pirous, Widayat, Zaini, Srihadi Soedarsono, Agus Djaya, Trubus, Mochtar Apin, Sudjana Kerton, Ivan Sagito, But Mochtar, Hendra Gunawan, Dede Eri Supria, Nasjah Djamin, Walter Speis, R Bonnet, Willem Dooijewaard, JD van Herwerden dan sebagainya.
Memang banyak orang yang belum tahu bahwa di Lippo Karawaci, ada museum lukisan dengan koleksi indah bernilai tinggi.
Cukup banyak orang asing yang datang mengunjungi museum ini dan mengagumi koleksi lukisan yang ada. Museum yang terbuka untuk umum ini dapat dicapai dengan menggunakan bus Lippo Karawaci yang shuttle dengan jadwal waktu pasti (dari Grogol, Blok M dan Wisma Graha Citra Jalan Gatot Subroto).
Museum yang dibuka resmi di Menara Matahari sejak 24 April 2000 (bertepatan dengan pembukaan Olimpiade Fisika Asia) ini tak sekadar memamerkan koleksi lukisan, tapi juga menyimpan koleksi buku-buku perpustakaan literatur asing tentang seni rupa, arsitektur, permuseuman, dan sejarah, serta katalog pameran lukisan di dalam dan luar negeri. Museum ini juga menyimpan database tentang perupa yang pernah dikenal di Indonesia.
Museum ini juga bekerja sama dengan anggota Indonesian Heritage Society yang membantu memberi deskripsi koleksi lukisan. Museum ini menyiapkan referensi bagaimana perupa melihat teknologi dan budaya dalam lukisannya. Setiap lukisan diberi penjelasan dan referensi sehingga pengunjung makin paham.
Gagasan berdirinya museum lukisan ini pun berasal dari pengusaha sukses pemilik Grup Lippo, James Riady. Karena itu, tidaklah heran jika sebagian besar lukisan yang dipajang di museum ini sebelumnya koleksi milik keluarga pengusaha Mochtar Riady dan putranya James Riady, dan kini sudah dihibahkan untuk Museum Lukisan UPH. Selain itu, sejumlah lukisan milik kolektor yang dipinjamkan ke museum ini.
Begitu masuk museum ini, pengunjung langsung menemukan lukisan karya Walter Spies, pelukis Jerman kelahiran Moskwa dan mengembara ke Jawa dan Bali. Lukisan karya tahun 1924 itu berjudul Dessa on Dijeng Plateau/Desa mit Sumbing menggambarkan suasana desa di pagi hari di kawasan Dieng.
Yang menarik, sebagian koleksi lukisan ini pernah dipamerkan di Singapura dan Jepang, seperti karya Ivan Sagito Immortal Eternity (1997). Sebagian lagi hasil pembelian dari Balai Lelang Christies Singapura, seperti lukisan monumental karya Raden Saleh berjudul Lions and a Snake Fighting Outside a Grotto in a Tropical Landscape (1839) dan karya R Bonnet berjudul Keris Dance (1934) yang sangat ekspresif.
Salah satu lukisan yang tidak kalah menarik adalah lukisan karya AAG De Sobrat berjudul Bali Life (1931) pernah dipamerkan pada tahun lukisan itu dibuat pada zaman kolonial Belanda di Gedung Imigrasi, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Lukisan khas Bali ini melukiskan kehidupan masyarakat Bali. Bisa dibayangkan, betapa tingginya nilai koleksi sejumlah lukisan yang tersimpan di museum ini!
Lukisan karya Barli Campuan Ubud (1952) misalnya, pernah dipamerkan di Tate Gallery di Inggris. Yang menarik, lukisan Barli ini didekatkan dengan lukisan karya Affandi berjudul Affandi and Barli (1953). Dua lukisan ini dipajang berdekatan, dan dibuat saat kedua pelukis ini berada di Eropa pada tahun 1952-1953.
Sejumlah lukisan lainnya yang menjadi kebanggaan museum ini seperti karya Le Mayeur Balinese Women (1950) yang menggunakan cahaya dalam lukisannya, S Sudjojono Menunggu Kapal Berlabuh (1970) yang terinspirasi dari suasana vila di Puncak dan campuran alam di Bali dan Sumatera, dan karya Mochtar Apin Rahwana & Shinta (1963) yang kubistis.

[ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ]

Sumber : -
Last Update : -

 
Sekilas Jakarta
Sejarah Pemerintahan
Lambang Kota Jakarta
Penduduk DKI Jakarta