|
Gedung Kesenian Jakarta
Disetiap
akhir pekan, Sabtu atau Minggu banyak para
seniman yang berkumpul di gedung Kesenian
Jakarta, bahkan diantara mereka ada yang
berekspresi dan memamerkan hasil kreasinya.
Selain karena tempatnya mudah dijangkau,
banyak warga lebih mengenal tempat ini sebagai
gudangnya seniman.
Gedung Kesenian Jakarta terletak di Jalan
Gedung Kesenian No. 1 Jakarta Pusat. Ide
munculnya gedung ini berasal dari Gubernur
Jenderal Belanda, Daendels. Kemudian direalisasikan
oleh Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford
Raffles pada tahun 1814.
Pada masa pendudukan tentara Dai Nipon,
gedung ini dijadikan sebagai markas tentara.
Sedangkan pada masa kemerdekaan difungsikan
sebagai ruang kuliah untuk mahasiswa Fakultas
Ekonomi dan Hukum Universitas Indonesia,
dan gedung bioskop.
Pada awalnya gedung ini bernama Municipal
Theatre, Schouwburg, atau dengan lebih populer
disebut "Gedung Komidi". Di jaman
Jepang disebut dengan Kiritsu Gekitzyoo,
lalu berubah menjadi bioskop Dana, dan City
Theatre.
Kemudian pada tahun 1984 bangunan ini dipugar
dan dikembalikan kepada fungsi semula sebagai
pentas kesenian, dan ditetapkan namanya
menjadi "Gedung Kesenian Jakarta".
Monumen Nasional (Monas)
Tugu Peringatan Nasional yang satu ini
merupakan salah satu dari monumen peringatan
yang didirikan untuk mengenang perlawanan
dan perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda.
Monumen Nasional yang berada dipusat kota
Jakarta yaitu di Lapangan Monas Jakarta
Pusat dibangun pada tahun 1960.
Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat
unik. Sebuah batu obelik yang terbuat dari
marmar yang berbentuk lingga yoni simbol
kesuburan ini tingginya 137 meter.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan
yang menopang berbentuk nyala obor perunggu
yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi
emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai
simbol perjuangan rakyat Indonesia yang
ingin mencapai kemerdekaan
Tugu Peringatan Nasional ini lebih dikenal
dengan sebutan Tugu Monas yang dibangun
diareal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki
oleh Soedarsono dan F. Silaban, dengan konsultan
Ir. Rooseno. Resmi dibuka untuk umum pada
tanggal 12 Juli 1975.
Monas mengalami lima kali pergantian nama
yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan
Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas.
Disekeliling tugu terdapat taman, dua buah
kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat
berolahraga. Pada hari-hari libur, Minggu
atau libur sekolah banyak masyarakat yang
berkunjung kesini.
Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga
terdapat museum dan aula untuk bermeditasi.
Para pengunjung dapat naik hingga keatas
dengan menggunakan elevator.
Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat
kota Jakarta yang semakin padat dan semrawut
dari puncak monumen. Monumen dan museum
ini dibuka setiap hari, Senin - Sabtu mulai
pukul 9.00 - 16.00 WIB.
[ 1 ] [ 2
] [ 3
] [ 4
] [ 5
] [ 6
]
|