BARONGSAI

Rabu, 01 Februari 2017 00:00 WIB

Disebut juga Samsi merupakan permainan tradisional yang memadukan antara musik tari dan gerak akrobat yang aslinya berasal dari daratan Tiongkok. Dan kemudian menyebar ke hampir seluruh dunia termasuk kota-kota besar di Indonesia, tak terkecuali Jakarta. Permainan Barongsai selalu ditampilkan menyertai adanya perayaan-perayaan yang melibatkan etnis Tionghoa baik pada acara-acara adat mereka maupun acara-acara yang sifatnya lebih umum, antar etnis. Permainan ini pada dasarnya adalah sebuah bentuk tari akrobatik yang menirukan mimik dan gerak singa. Sosok singa dengan tanduk tunggal di bagain kepalanya dibentuk menjadi semacam topeng besar dengan kerangka bamboo berikut lapisan yang dibentuk berupa muka binatang mitologi ini. Mimik singa yang ditirukan antara lain gembira, marah, sedih, curiga , takut, dan sebagainya; serta gerakan terampil setengah akrobatik seperti bergulingan , mempermainkan bola, mengunyah sayur, meloncat, serta menapak diatas tonggak.

Barongsai dari Tiongkok Utara bernama Xuang Shi (singa kembar), dimainkan dua orang. Barongsai jenis ini tampil sepasang. Warnanya kuning-emas. Ciri permainannya banyak melakukan gerak-gerak akrobatik, seperti bermain di atas patak. patok setinggi sekitar 1,5 meter, berdiri susun tiga di atas pundak pemainnya, dan sebagainya. Yang kedua berasal dari Tiongkok Tengah dengan nama Qing Shi (singa hijau). Jenis menampilkan seorang pesilat, sebagai pawang singa hijau. Ciri permainan barongsai jenis ini adalah banyak mengeluarkan gerak-gerak silat, seperti gerakan salto, berguling-guling, dan sebagainya. Sedangkan jenis ketiga datang dari Tiongkok Selatan dengan nama Xing Shi (singa sadar dan singa sudah bangun dan tempat tidur). Barongsai jenis ini lebih mengutamakan kepalanya yang besar, sedangkan tubuhnya cukup sehelai kain yang diberi motif sisik sekedarnya. Warnanya campuran merah dan hitam. Ciri permainannya meniru gerakan singa yang sedang bangun tidur, mencuci muka di sungai, kemudian mencari makanan.