MELAYU, ORANG

Senin, 01 Januari 2018 00:00 WIB

Sebutan untuk orang-orang Sriwijaya dengan angkatan lautnya yang mengendalikan pesisir Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Diperkirakan pada abad ke-8 pelabuhan Kalapa di ujung Ciliwung mulai difungsikan dan berada dibawah kendali Sriwijaya. Kemudian terjadi perselisihan antara Sriwijaya dan Kediri, namun setelah dibujuk Cina akhirnya kendali laut dibagi dua sebelah barat sampai Cimanuk dikendalikan Sriwijaya, sedangkan sebelah timur dikendalikan Kediri. Karena penguasaan atas laut tidak disertai dengan operasi teritorial, maka Sriwijaya memberi tugas kepada Syailendra (Jawa Tengah) untuk penguasaannya.

Orang Melayu tinggal di sebelah barat Jl. Gedong Panjang. Kapten mereka menjabat juga sebagai ceremonie-meester atau kepala protokol. Ia menerima kepala kerajaan dari seluruh kawasan Nusantara dan mengurus orang besar dari luar Batavia yang dikenai tahanan rumah di Batavia. Salah seorang dari mereka antara lain Enci Amas Patani yang berperan sebagai penerjemah, juru tulis, dan protokol. Ia digantikan oleh Enci Bagus yang juga berasal dari Patani. Enci Bagus gugur dalam peperangan antara Kompeni dengan Bantam. Penggantinya bernama Wan Abdul Bagus yang diberi tanah dan dikenal sebagai Kampung Melayu. Sebuah kampung orang Melayu tercantum di daerah Kayu Putih pada sebuah peta dari tahun 1816. Ada juga pemukiman orang Melayu di sebelah selatan Kampung Melayu yang di tempati Enci Awang hingga daerah ini terkenal dengan nama Cawang. Putera Enci Awang bernama Wangdullah yang menggantikannya (1716), dibuang karena berselisih dengan Gubernur Jenderal. Tanah Cawang yang diberikan kepada ayahnya pun dipersempit.